Kisah Umar bin Abdul Aziz


Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu idola yang perlu kita teladani setelah Rasulullah dan para sahabat. Sungguh setiap perbuatannya, terutama setelah menjadi khalifah sangat berarti bagi kaum muslimin saat itu. Terutama yang berada di bawah kepemimpinannya. Mungkin, keterpurukan Indonesia saat ini karena belum memiliki pemimpin seperti beliau.
Mudah-mudahan Allah menuntun kita untuk dapat memiliki pemimpin yang seperti beliau, setidaknya pemimpin yang paling mirip kebaikannya dengan beliau.
  1. Tak lama setelah berkuasa beliau langsung menurunkan serta memenjarakan Usamah bin Zaid at-Tanurkhi seorang pejabat yang semena-mena.
  2. Umar juga menurunkan Yazid bin Abi Muslim seorang pejabat yang bengis dan jalim.
  3. Umar membolehkan siapa saja yang terzalimi menemuinya tanpa izin. Sehinggarakyat tidak segan-segan mendatangi Umar saat dizalimi.
  4. Umar memperkecil gajinya sementara memperbesar gaji untuk pegawainya.
  5. Umar mengeluarkan seluruh hartanya dan mengembalikannya ke dalam harta kaumMuslimin.
  6. Perhatian Umar sangat besar kepada orang yang cacat.
  7. Umar langsung mengembalikan barang-barang atau harta yang diambil secara zalimpada pemerintahan sebelumnya.Umar membebaskan toko-toko di suatu kota yang telah dirampas oleh seseorang yang berpengaruh.
  8. Umar pun menaruh perhiasan istrinya di baitul mal.
  9. Kemakmuran rakyat Umar, sampai-sampai pegawainya di Afrika tidak menemukanorang yang mengambil zakat.
Itulah sekelumit kontribusi seorang Umar Ibnul Aziz. Mungkin kita berfikir bahwa kontribusi seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seorang penguasa. Betul, inilah salah satu pelajaran yang bisa kita ambil. Kontribusi kita akan lebih besar kepada orang lain jika kedudukan kita lebih tinggi. Baik kedudukan hartanya, jabatannya, mau pun ilmunya.
Meski pun kita tidak menjadi pejabat, tetapi kita masih bisa berkontribusi dengan cara memperjuangkan dan mengajurkan orang lain untuk memilih pemimpin yang mau menjalankan Syariat ISLAM. Bangsa kita memang dikenal dengan bangsa yang korup, tetapi percayalah bahwa masih ada pejabat-pejabat atau calon pejabat yang bersih dan ikhlas


itulah contoh sikap seorang Khalifah yang memimpin Negara Islam (Daulah Khilafah)
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran