Izinkan aku meminangmu....

Bismillahirrahmanirrahim

Kamis 18 Ramadhan 1432 H, adalah salah satu hari yang sangat berkesan buatku. Karena hari itu dengan Niat yang tulus, aku ingin melaksanakan perintah-Nya dan melaksanakan Sunnah Rasulullah SAW. Agar memperoleh ketenangan dan dapat merealisasikan perintah-Nya.

Sebagaimana Firman-Nya :

Terealisasinya kepemimpinan suami atas istri dalam hal memberikan nafkah dan penjagaan kepadanya. Allah Berfirman:
الرِّجالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّساءِ بِما فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلى‏ بَعْضٍ وَ بِما أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوالِهِمْ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (An Nisa’ : 34)
وَ مِنْ آياتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْواجاً لِتَسْكُنُوا إِلَيْها وَ جَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَ رَحْمَةً إِنَّ في‏ ذلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar-Ruum : 21).
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 kami meninggalkan Kota Makassar menuju tempat tujuan kami. Dengan hanya bermodalkan nama Akhwat yang ingin ku pinang. Akhwat yang akan mendampingi hidupku dan menemani perjuanganku kelak, Insya Allah.


Jarak yang kami tempuh kurang lebih 235 KM Lebih. Aku ditemani 2 Orang guruku yang Luar Biasa dan sudah menjadi bagian hidupku, dan saya merasa dia Ibarat ayah buatku. yaitu Ust. Dirwan Abd Jalil, S.Hi dan Ust. Musta'din, S.Ag serta sahabatku Saifullah, sehingga jarak yang jauh tidak begitu terasa, karena melihat keadaanku yang cukup tegang. Dan Alhamdulillah tepat pukul 13.30 kami tiba di Desa tujuan kami yaitu Bajang, Bulukumba.

Sesampainya disana kami disambut ramah dan penuh rasa kekeluargaan. ini berkat akhwat yang terlebih dahulu menyampaikan niat suciku untuk meminangnya kepada keluarga besarnya, dan kami disambut oleh paman dan Ayahnya. Setelah berbicara banyak hal, dan terjadi kesepakatan dan saya diterima, maka Ust. Jalilpun minta pamit untuk pulang. Tapi saya menyampaikan kepada beliau dan ayah wanita itu, Bahwa saya ingin melihat wanita yang akan mendapingiku kelak (karena selama ini saya tidak pernah menatapnya). Dan Alhamdulillah di izinkan.....

Sayapun diterima untuk meminang, seorang wanita yang saat itu aku hanya mengenal nama panggilannya yaitu ITA. Jadi jika saya ditanya selain namanya oleh orang lain atau keluargaku maka jujur saya tidak tau tentang ita.

Sesaat setelah keluar dari Rumah ITA pancaran kebahagian begitu nampak diwajuhku....Alhamdulillah Segala puji hanya Milik-Mu yang menggenggam jiwa kami. Engkau memudahkan segala urusan kami.Alhamdulillah itulah kata-kata yang terus terucap dariku...

Perjalanan pulang menuju makassar kami berbuka puasa di bantaeng...


Insya Allah tinggal menunggu waktu membahagiakan itu.....

Beberapa hari kemudian baru kami ta'aruf melalui pesan singkat.....Luar Biasa. Aku dapat membuktikan kepada keluargaku bahwa untuk menikah, tidak mesti PACARAN. Karena PACARAN tidak ada dalam Islam.

Karena Tgl 24 Kami ada agenda. Maka acaranya diundur menjadi TANGGAL 1 OKTOBER 2011. PUKUL 09.00 DI BULUKUMBA.

Hormatku
+Muhammad Sabran  Ingin Ngobrol bersama saya Like Fans Page MS- Muhammad Sabran atau Follow Twitter @MuhammadSabran
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

3 komentar:

  1. Terimakasih ya Allah....Atas kemudahan yang Engkau berikan.

    Semoga Ibadah yang kami lakukan ini, tidak melaggar syariat-Mu. Mulai awal hinga resepsinya kelak.Amin

    BalasHapus
  2. salam. Saya ikut bergembira dinda sekaligus kecewa karena saya mendapatkan kabar bahagia ini lewat searching di internet dan pada saat itu saya ingat sang motivator yang pernah mengatakan pada saya tentang alamat blognya, saya hanya bisa mengucapkan selamat berbahagia dengan karunia Allah yang tak Lain adalah Sunnah Rasulnya, yang akan menjadi pesemaian generasi pelanjut risalah Islam. Semoga Menjadi Keluarga Yg tetap dalam Limpahan cahaya Ilahi, Amin

    BalasHapus