Perjalanan Menuju Kotabaru KAL-SEL

Suatu hari (tepatnya 11 Nop 2011) aku bersama istriku tercinta dan keluarga akan melakukan perjalanan menuju kotabaru Kalimantan Selatan. Namun sesampainya di pelabuhan, di luar dugaan penumpang yang akan berlabuh bersama kami sangat banyak, tentu apa yang kupikirkan saat melihat orang sebanyak itu ku yakin juga dipikirkan oleh semua calon penumpang yang lain. Yaitu saat berada dikapal nanti, saya ingin berlayar dengan nyaman, sehingga harus mendapatkan posisi atau tempat yang terbaik.

Rata Penuh
Maka sebagai konsekuensinya adalah kami akan berusaha agar menjadi penumpang yang dapat memasuki ruang tunggu paling cepat, agar dapat mencari posisi yang sangat dekat dengan pintu keluar menuju kapal. Namun sayang aku tidak diizinkan masuk ke ruang tunggu dengan alasan ruangan penuh sesak dan di dalam ruangan sudah sangat panas kata pak petugas di pintu masuk. Dengan sabar aku pun kembali duduk sembari melihat orang-orang yang luar biasa, karena mampu mengangkat beban yang sangat berat mereka adalah buruh-buruh pelabuhan, namun tidak berselang lama sirine mobil ambulance seakan mendekat ke arahku, maka aku pun berdiri dan benar ternyata ambulance tersebut memasuki area pelabuhan, karena ada calon penumpang yang batal berangkat karena jatuh. Namun saya tidak bisa memastikan apa yang terjadi dengan orang tersebut karena saya tidak dapat mendekat ke TKP, namun dari berbagai informasi kudapat walaupun masih simpang siur. Kucoba bertanya kepada orang yang lebih dekat dengan kejadian. Informasi yang ku dapatkan pun beda-beda ada yang mengatakan ia meninggal dunia karena kekurangan oksigen, ada pula yang bilang ia pingsan karena kepanasan. Dan akupun kembali melanjutkan perjuanganku untuk memasuki ruang tunggu dan setelah mencoba beberapa kali akupun dapat masuk ke ruang tunggu.
Tidak hanya sampai di situ perjuangan calon penumpang. Ketika salah seorang petugas bergerak mendekati pintu, seolah-olah penumpang mendapatkan instruksi untuk segera bersiap-siap. Kulihat semua orang dengan gerakan sangat cepat beranjak dari tempat duduknya dan mengangkat barang bawaan masing-masing, agar dapat melewati pintu secepat mungkin saat terbuku, aku pun tidak mau kalah. Ayo kamu bisa..sugestiku.
 
Dan apa yang ku pikirkan sama persis dengan calon penumpang lainnya, aku berpikir bahwa pokoknya aku akan berlari sekuat tenagaku untuk mendapatkan tempat yang nyaman, serta aku dapat mempersiapkan tempat yang terbaik untuk kesembilan orang keluargaku yang lain. Tetapi saya masih kalah kuat dengan penumpang lainnya, walaupun beban mereka jauh lebih berat dari aku. Setelah berlari kurang lebih 75 Meter kaki kami pun menginjak di kapal yang akan kami pakai untuk berlayar selama 23 Jam. Dengan keringat yang membasahi tubuhku, ku pikir perjuangan untuk mendapatkan posisi yang nyaman sudah berakhir ternyata belum. Saya dan penumpang yang sangat banyak harus antri lagi untuk menaiki tangga yang dijaga oleh seorang satpam yang senantiasa melantunkan suara yang cukup lantang dengan teriakan ayo….ayo baris dua…baris dua…. Maka kami pun harus berbaris dua dan antrianpun menjadi sangat panjang.
 
Sesampainya di atas, ku ucap Alhamdulillah
Sesampainya di atas aku langsung menuju ke lantai 3, namun sayang saat berada di tengah tangga, ku liat orang-orang dengan barang bawaannya turun ke lantai dua. Maka aku pun batal untuk naik ke lantai 3 karena pikir ku pasti tempatnya sudah penuh. Dan aku pun mendapatkan tempat di lantai 2, tempat yang cukup nyaman dibandingkan para penumpang yang lainnya yang harus melantai. Bahkan ada yang harus tidur di luar dan di atas atap kapal.
Lalu apa yang bisa kita petik dari kisah di atas...
 
Sahabat-sahabatku yang kucintai..
 
Kita liat bagaimana calon penumpang mempersiapkan segala bekal sebelum naik kapal, mereka membeli air dan makanan agar cukup selama di perjalanan. Dan bagaimana perjuangannya agar mendapatkan tempat yang nyaman saat berada di atas kapal. Mereka rela berdesak-desakan, berlari dan antri walau dalam kelelahan. Tujuannya Cuma satu yaitu tempat yang nyaman.
Mari kita sedikit mengalihkan perhatian dan pikiran yang kita miliki, kalau untuk kenikmatan yang sesaat itu saja kita mau berusaha dan berkorban. Lalu mengapa untuk tempat yang paling nyaman lagi hakiki yaitu SURGA, perjuangan kita tidak demikian. Padahal siapapun orangnya, ketika ditanya anda mau masuk surga? Mereka pasti akan menjawab sangat mau.
Semestinya kita harus lebih banyak berusaha dan berkorban, agar kelak kita mampu menempati posisi yang nyaman atau bahkan mendapatkan posisi bersama Rasulullah, para sahabat, mujahidin.dan orang-orang sholeh.
 
Oleh karena itu yang mesti kita lakukan sekarang adalah bagaimana mempersiapkan bekal agar kelak di Alam kubur ada yang menemani kita dan kita pun mendapatkan Surga-Nya, tentu dengan Rahmat dan Kasih Sayang-Nya. Beramal...beramal...dan beramal saleh. Dan kita tentu ingin agar tempat yang kita dapatkan juga menjadi tempat keluarga kita ter khusus buat Ayah dan Ibu, maka satu-satunya jalan adalah dengan menjadi anak yang Sholeh..

Di atas Kapal Dharma Fery III, 11 Nov 2011
Muhammad Sabran (Islamic Motivator)
Wallahu ‘alam
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar