Madrasah Aliah Syekh Yusuf GOWA

Awal saya menginjakkan kaki di sekolah yang nama sekolahnya sama dengan nama seorang Ulama Besar dan terkenal ini. ketika salah seorang Gurunya mengundang saya (panggil saja dia RA) mengundang saya untuk memberikan motivasi buat ade-ade dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan tepatnya tanggal 4 Januari 2012. Dan Alhamdulillah respon dari siswanya baik dengan materi yang saya sampaikan kurang lebih 2 Jam.

Karena merasa ada perubahan yang terjadi terhadap siswa dengan adanya pengajian-pengajian yang dilakukan oleh RA, maka beliau kembali mengusulkan untuk melakukan acara yang lebih besar dengan durasi waktu yang lebih lama. Agar lebih banyak lagi adik-adik yang mau ikut pengajian. Maka saya kembali dihubungi oleh salah satu guru dari sekolah tersebut yang juga kebetulan beliau bersama istrinya mengajar disekolah tersebut (IR).

Alhamdulillah tepatnya tanggal 22 Juli 2012, Impian tersebut terwujud dengan dilaksanakanlah acara Training Motivasi dengan jumlah peserta 105 Orang. Acara yang berlangsung mulai pagi hingga sore hari ini seolah menjadi angin segar buat beberapa peserta yang ingin berubah dan menjadi Anak Sholeh. Maka setelah acara saya menawarkan dan mengajak adik-adik yang ingin bersama-sama untuk belajar dan menambah wawasan keIslaman, melalui acara pengajian-pengajian yang biasa kami sebut Halaqo.

Alhamdulillah banyak siswa yang mau ikut Follow-Up. Awalnya Follow-Up kami lakukan Hari rabu setelah sholat subuh di Salah Satu masjid terbesar di GOWA, kebetulan suasananya sangat mendukung karena dalam suasana Bulan Suci Ramadhan. Saya melihat betul bagaimana semangat adik-adik untuk belajar dan mengkaji Islam terpancar dari wajahnya, semangatnya ketika berjabat tangan, senyumnya ketika bertemu, nada suaranya saat bercerita hal itu juga yang membuat saya semangat untuk terus belajar dan berbagi Ilmu bersama mereka.

Tanpa terasa sudah sebulan rutinitas Halaqo kami lakukan, dengan kehadiran teman-teman walaupun jarang lenkap karena ada yang izin ada urusan dan pulang kampung. Tetapi tidak mengurangi semangat kami untuk bersama-sama mengkaji Islam. Saya melihat ada perubahan pada diri adik-adik yang rutin ikut Halaqo mulai dari sikap dan pola pikirnya serta semangatnya.

Tapi entah apa yang terjadi saat saya ingin berangkat keluar daerah. Salah satu peserta pengajian (AS) sms kepada saya “ Maaf ust bisaki kerumah sekarang, ada masalah sebeser gunung Uhud” membaca sms itu saya sangat ingin lansung kerumahnya, tapi di satu sisi saya harus berangkat keluar daerah. Maka saya hanya bisa terus bertanya melalui telpon, terkait Masalah masalah yang mereka hadapi. Saya SMS balik masalah apa? Tolong di jelaskan..

Diapun menjelaskan bahwa ada gurunya disidang terkait pengajian yang sering dilakuakan bahkan dia dan teman-temanya yang terlibat dengan pengajian juga ikut disidang dan di Introgasi seolah mereka melakukan kesalahan besar. Padahal mereka hanya ikut pengajian yang mampu merubah pola pikirnya. Bahkan salah seorang adikku itu cerita kepada saya dulu waktu sebelum ia ikut Halaqo suka merokok, tempat nongkrongnya di warung saat waktu belajar. Tapi hal itu bisa berubah ketika dia tercerahkan dengan pemikiran-pemikiran Islam.

Bahkan menurut adikku ini (AS) ia sudah beberapa kali disuruh menghadap Ibu Kepala Sekolahnya hanya karena masalah pengajian dan mengikuti beberapa kegiatan. Berbeda lagi dengan (IQ) yang wataknya memang agak pemberani sering berdiskusi bersama gurunya, tapi sang guru merasa seolah itu ada bentuk sebuah perlawanan terhadapnya. Dan IQ kadang merasa tidak adil terhadap perlakuan gurunya tersebut, IQ merasa seolah ia selalu berada pada posisi bersalah. Ia memberikan contoh kepada saya ketika IQ membuang dahak (ludahnya) meminta izin kepada guru yang mengajar dan diizinkan untuk keluar, ternyata diluar banyak temanya yang tidak ikut belajar. Saat berada diluar ada seorang guru yang melihatnya (kebetulan guru yang suka berselisih paham tentang beberapa hal dengan IQ). Sontak ketika melihat guru tersebut teman-teman IQ yang tidak belajar serentak bergerak dan masuk ruangan, dan melihat kejadian tersebut IQ dipanggil kemudian disuruh menghadap ke Ibu Kepala Sekolah.

Beberapa hari mengikuti perkembangan kejadian adik-adik di sekolah tersebut, saya merasa ini masalah makin serius karena Menurut adik-adik Ibu RA keluar dari sekolah karena beliau diminta untuk tidak mengaktifkan ROHIS, dan beliau juga merasa di FITNAH karena ada salah satu orang tua murid yang melapor katanya diberikan buku yang mengajarkan TERORIS, merakit BOM dan lain-lain. Tapi anehnya nama orang tua yang mengadukan hal tersebut tidak ingin diketahui padahal perlu diklarifikasi. Biar masalahnya dapat jelas.

Terakhir kami bertemu malam Jum'at (27/9) di rumah Ibu RA di temani ibu dan kakanya, kami bercerita banyak hal.

Bagiku Ibu RA adalah sosok Guru yang laur biasa. beliau adalah Guru SEJATI dan bertanggung jawab karena mampu mendidik anak meridnya dengan baik bukan hanya sekedar memberikan informasi terkait pelajaran. Tapi mampu membentuk Karakter siswanya menjadi siswa yang berkepribadian Islam. Bersabarlah badai pasti kan berlalu, karena Allah bersama kita.

Ya Allah, kami yakin bahwa ini adalah Ujian buat adik-adikku, dan Ibu RA mendekati ujian mereka harus diperhadapkan dengan Masalah dan Berbagai Fitnah.

Kami yakin, bahwa suatu saat kebenaran pasti Akan terungkap
Orang yang selama ini salah paham terhadap apa yang kami lakukan, semoga dibukakan Hatinya untuk melihat Fakta yang sebenarnya.

Kami terus berdoa dan berharap, Semoga Allah senantiasa menjadikan dan menggolangkan kami Orang-orang yang beriman dan Istiqomah. Menjaga Lisan kami untuk senantiasa berkata benar. Menjaga semua aggota tubuh kami dari segala Maksiat. Karena kami sangat yakin Kelak ada hari PEMBALASAN.

Salam Hangat
Muhammad Sabran.

Hormatku

+Muhammad Sabran  Ingin Ngobrol bersama saya Like Fans Page MS- Muhammad Sabran atau Follow Twitter @MuhammadSabran
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar