Kelahiran anak ke 2 ku

Alhamdulillah (segala puji hanya milik Allah), hanya kata-kata itu yang terus berulang kami ucapkan.
Karena begitu banyaknya nikmat yang Allah SWT berikan kepada kami. Maka sudah sepantasnya kami sebagai Makhluk untuk senantiasa bersyukur.

Seperti rutinitas yang sudah saya lakoni selama 2 Tahun ini, setiap hari senin saya harus bergegas untuk meninggalkan rumah agar tidak terkena macet. Tetapi saya mengurungkan niat untuk berangkat bekerja karena Istriku tercinta merasa perutnya sakit. Akhirnya saya membatalkan untuk pergi bekerja hari ini (3/2/2014), Tepat pukul 08.30 saya bersama Istri dan buah hatiku (Hafidzah) kami mencari rumah bersalin yang di Rekomendasikan Oleh Ummu Nahda, tetapi setelah lama berkeliling tidak menemukan rumah bersalin yang dimaksud. Akhirnya kami memutuskan untuk periksa di rumah bersalin yang kebetulan kami lewati saja kasihan istriku yang terus kesakitan.


Kalau tidak salah tepat pukul 09.00 kami memasuki rumah bersalin Anugrah dan kami di sambut 2 Orang karyawan yang juga seorang Bidan. Tidak berapa lama istriku dipanggil memasuki salah satu ruangan untuk melakukan pemeriksaan, setelah menjalani pemeriksaan ternyata sudah pembukaan Tiga. 

"Pikirku" kasusnya sama dengan anak pertamaku (Hafidzah) dulu, saya tidak jadi berangkat kerja kemudian periksa pukul 06.00 sudah pembukaan dan Alhamdulillah melahirkan sebelum sholat Asar. Kami berdoa semoga anak kedua ini juga semudah anak kami yang pertama"

Karena sudah pembukaan 3 akhirnya saya memutuskan untuk tidak pulang ke rumah, jadi kami bertiga tinggal di kamar saja sambil beristirahat. Saya minta izin sejenak meninggalkan mereka berdua untuk mengambil beberapa perlengkapan yang sudah saya siapkan di rumah dan membeli buah-buahan serta madu dan telur ayam kampung untuk di konsumsi agar nanti saat persalinan istriku memiliki tenaga (prediksi bidan pukul 22.00 Wita melahirkan).

" Saya akan selalu mendampingi dan menemanimu, berjuang bersama untuk kehadiran buah hati kita. Ayo Wanita Tangguh...... inilah JIHADMU"

Istriku terus menghafal doa-doa agar dimudahkan dalam menjalani persalinan nanti
Sedangkan buah hatiku, asyik bermain sendiri.

Informasi yang saya dapatkan katanya Istriku akan diperiksa lagi pukul 12.00 Wita. Jadi bidan sarankan perbanyak jalan saja atau berbaring. Luar biasa perjuangan bidadariku, terus berjalan mondar-mandir sesekali membaca buku " Kekuatan Doa Ibu" kalau merasa sakit istriku langsung duduk atau berbaring dan hal itu terus dia lakukan hingga waktu makan siang. 

Sedangkan saya terus memantau bidadari dan buah hatiku (Hafidzah) serta menghubungi semua keluarga yang ada di Bulukumba, Bantaeng, Malang, Dan Kalimantan untuk mendoakan kami agar semuanya berjalan lancar.Amin Alhamdulillah ayah dan Ibu mertuaku langsung memutuskan untuk datang menemani kami. 

Setelah makan siang dan sholat, istriku kembali diperiksa dan hasil pemeriksaannya baru pembukaan empat. Bidan menyarankan agar istriku tidur sejenak agar nanti malam memiliki tenaga, tapi istriku tidak bisa tertidur. Maka saya sesekali menghibur dan mengajaknya berfoto-foto serta memberikan semangat dan motivasi agar lebih siap menjalani persalinan.

Ada yang beda dengan anakku (hafidzah) hari ini

Ya ada yang beda dengan buah hatiku (Hafidzah), hafidzah yang saya panggil dengan sebutan kaka sejak beberapa bulan yang lalu sepertinya juga merasakan bahwa adiknya akan segera ada.

Hafidzah lagi asik bermain

Anakku yang biasanya saat berjalan hanya 3 - 5 Langkah kemudian jatuh, hari ini sudah melangkah sebanyak 60 sampai 80 Langkah karena saya sengaja menghitungnya, senangnya  melihat kaka Hafidzah yang sudah mulai lancar berjalan sejak hari ini. Semua ada waktunya tidak bisa dipaksakan, padahal banyak ibu-ibu yang sudah memberikan cara2 agar anakku cepat jalan tapi tidak ada satupun saran yang saya jalankan. he...he.... Makasih ibu-ibu sarannya.
  ...... Setelah sholat magrib sahabat istriku datang 2 orang untuk menemani kami. Makasih ya......

Ba'da Sholat magrib istriku kembali di periksa, dan hasilnya baru pembukaan tujuh dan sakit yang dirasakan oleh istriku semakin sakit. Salut buat Istriku walau perut semakin sakit, istriku masih tetap melaksanakan kewajibannya untuk menaikan sholat isya. Dan kami semua berdoa semoga saja prediksi bu bidan benar bahwa kemungkinan istriku melahirkan pukul 22.00 Wita (Jam 10  Malam).
Dan pukul 21.00 lewat beberapa menit istriku sudah pembukaan sembilan menurut  informasi dari bu bidan. Alhamdulillah ayah dan Ibu mertuaku juga tiba, memberikan semangat tersendiri buat istriku. Sejak saat itu istriku semakin sulit untuk berjalan karena semakin sakit.

di Ruang persalinan

Saya terus mendampingi istriku dan sesekali melihat hafidzah yang kadang mencari saya. Ternyata prediksi  bu bidan tidak tepat karena sekarang sudah pukul 24.00 (jam 12 Malam), tetapi tanda-tanda melahirkan belum juga ada hanya saja sakit yang dirasakan sudah semakin sering dan perasaan untuk buang air besar sering muncul. Kadang perasaan istriku mau buang air besar tapi tidak di izinkan oleh Ibu Bidan.

Pukul 01.00 dini hari
..........Karena rasa mengantuk yang tidak bisa tertahankan maka saya tertidur disamping buah hatiku (hafidzah), saya tidak tau apa yang terjadi dengan Istriku yang didampingi oleh temannya, saat saya tertidur........
dan kalau tidak salah saya di bangunkan pukul 04.00, saya mendapati istriku yang tenanganya sudah hampir habis karena perjuangannya sejak pukul 03.00 air ketubannya sudah pecah kata bu bidan. Dan 3 Orang bidan yang membantu istriku, saya melihat mereka tampak kelelahan. Dan berusaha menghubungi beberapa orang saya tidak tau siapa yang mereka hubungi.

Kurang lebih 30 menit datanglah seorang bidan untuk membantu persalinan istriku, Istriku melanjutkan perjuangannya yang cukup berat dan melawan rasa mengantuk yang luar biasa bahkan istriku sempat berkata

" Ka apa tidak ada cara lain? atau kita operasi saja. Karena begitu sakit dan lelahnya perjuangan yang sudah lama "
Tetapi istriku tetap berusaha apalagi ada bidan yang libih tua datang membantu, saat azan berkumandang saya pergi meninggalkan istriku dan menunaikan kewajiban dan berdoa pada Allah agar dimudahkan persalinan istriku.
Alhamdulillah setelah sholat subuh saya tidak langsung masuk ke ruang persalinan, saya hanya menunggu diluar dan Alhamdulillah tepat pukul 05.17 Wita buah hati kami lahir.  Alhamdulillah
Setelah dibersihkan dan menggunakan selimut akupun langsung mengumandangkan iqomah di telinga kiri putriku yang kedua. Aku melihat Istriku begitu bahagia.

Alhamdulillah (segala puji hanya milik-MU), titipan-MU sungguh luar biasa. Menambah kebahagian kami sekeluarga.

Alhamdulillah, lahir normal dengan berat 3 Kg

Rumah bersalin "Anugrah" Gowa, 4 Februari 2014

Semoga kelak menjadi anak yang sholehah, dan menjadi pengemban dakwah yang terpercaya. Amin

Buat Istriku ...

Engkau memang Muslimah Sejati
Engkau mengandung sembilan bulan lamanya
Dengan berat yang terus bertambah setiap harinya
tapi engkau tetap kuat.

Engkau memang Muslimah Sejati
disaat engkau mendidik anak pertama
Engkaupun harus menjaga kandunganmu
agar tetap sehat.

Engkau memang Muslimah Sejati 
disaaat engkau mengandung dan 
membesarkan buah hatimu. Engkau tidak
pernah mengeluh dan terus bersemangat.

Engkau memang Muslimah Sejati
Dengan kondisi satu anak dan mengandung
engkau melayani semua kebuthanku
Bahkan kadang engkau pergi menemaniku
memberikan Training ke beberapa tempat.
 
Engkau memang Muslimah Sejati
disaat engkau mengandung
Engkau sering memaksaku untuk
mengantarkanmu mengikuti agenda Dakwah

Engkau memang Muslimah Sejati
karena mau berjuang dengan susah payah
agar dapat melahirkan dengan normal
 
Engkau memang Muslimah Sejati
Wanita Tangguh yang saya kenal
Aku mencintaumu Karena Allah
Wahai Istriku

Hormatku
+Muhammad Sabran  Ingin Ngobrol bersama saya Like Fans Page MS- Muhammad Sabran atau Follow Twitter @MuhammadSabran
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar