Be Yourself, hasil dari TEKAD yang kuat

Bismillahirrahmanirrahim

Sudah hampir 6 tahun (2009 akhir hingga 2015) saya aktif memberikan training di berbagai tempat. Senang rasanya banyak ade-ade yang mau berbagi cerita dengan saya, bahkan tidak sedikit juga yang bertanya dan curhat tentang kondisi keluarga dan dirinya. Itu mereka lakukan karena ingin mencari solusi terhadap permasalahan yang mereka hadapi. Banyak cerita yang saya dapatkan dari mereka, mulai dari cerita yang membahagiakan sampai cerita yang membuat hati ini ikut bersedih, bahkan ada cerita yang membuatku marah sekaligus sedih.  Tapi sudahlah jangan mengigat masa lalu, saatnya kita menata masa depan kita. Yang pasti saya rasanya sangat senang jika mendegarkan ucapan mereka yang mengatakan : "Ka saya ingin berubah menjadi anak yang baik dan beriman. Tolong di bantu ya ka'..."

Saya selalu mengatakan yang penting kita BERTEKAD KUAT untuk berubah pasti bisa. Yang penting perubahannya ke arah yang positif ya.....jangan yang ke negatif....
Sebagai contoh saya ambil dari pengalaman hidup pribadiku.

Waktu itu saya duduk di bangku sekolah dasar tepatnya kelas 4 SD, mungkin ini karena pengaruh kakak-kakak dan adikku serta teman-teman bermainku (memangnya ada apa dengan saudara dan teman-temankuku) ???? sebagian orang menganggapnya aneh tapi itulah keseharian saya dan saya menganggapnya wajar-wajar saja.

Jadi begini ceritanya semua kakaku itu perempuan termasuk adikku juga perempuan bahkan aku lebih senang bergaul bersama perempuan ketimbang bermain bola bersama anak laki-laki. bukan hanya itu, bahkan kalau aku berjalanpun tidak seperti seorang anak laki-laki tetapi lebih menyerupai anak perempuan, bahkan ada tetangga yang memanggilku SUSI...

ya aku sangat ingat ketika orang-orang memanggilku susi, aku hanya bisa tersenyum walaupun dalam hatiku ada perasaan marah. Hati saya marah karena sayakan punya nama, masa dipanggil susi (itukan nama cewek dalam hatiku seakan ingin berontak)

Awalnya sih saya merasa panggilan Susi itu sah-sah saja karena aku lebih suka bergaul degan perempuan bermain tali dan petak umpet ketimbang bermain dengan anak laki-laki, serta gayaku yang menyerupai wanita. Tapi lama kelamaan panggilan itu mulai menggangguku apalagi saat saya sudah duduk di kelas 6 SD.

Bahkan kadang saudara-saudaraku juga mengatakan kepada saya "kamu ini kaya perempuan saja......"

Saya harus menjadi diri saya sendiri, dan menunjukkan jati diri saya sebenarnya (Suara Hati) #Laki-laki

Maka saya bertekad untuk berubah walaupun sulit rasanya untuk berubah. Yang paling penting harus saya rubah adalah cara berjalan serta nada suaraku yang menyerupai anak perempuan. Maka saya memutuskan untuk bergabung dalam latihan Silat. Melalui poses yang panjang dan melelahkan banyak hal yang saya dapatkan dalam berlatih pencak silat. Saya bergabung di Tapak Suci putra Muhammadiyah Perumnas Hilir Muara. Dengan latihan rutin berlari mengelilingi lapangan, memukul serta menendang samsak, sparring, serta berlatih gerakan silat dan teriakan. Selama dua tahun berlatih perubahan besar bagi diriku telah terjadi. Sekarang saya lebih senang latihan push-up di kamar ketimbang bermain tali, berenang di laut, bermain layang-layang dengan anak laki-laki, kadang melihat otot-otot di depan cermin he....he.......pengen kaya aderai tapi ngak kesampaian......

Luar Biasa......butuh waktu Dua Tahun hanya untuk merubah model jalan dan suaraku agar lantang layaknya seorang anak laki-laki. Memang butuh proses untuk melakukan perubahan. Nikmatilah prosesnya sahabat ....jangan pikirkan hasilnya ketika melakukan sesuatu, maka kita akan mendapatkan HASIL lebih dari yang kita harapkan. Karena kita punya Allah SWT yang Maha Tahu apa yang dibutuhkan Hamba-Nya.

Bukan hanya jalan dan suaraku yang harus saya rubah, ada satu sifat lagi dalam diriku yang harus saya rubah yaitu sifat pemalu dan kurang percaya diri ketika bertemu orang lain.

Saya punya cara tersendiri untuk merubah sifat pemalu saya......caranya adalah saya harus sering-sering tampil di depan orang banyak. Maka di sekolah saya selalu memburu posisi ketua kelas agar bisa memimpin teman-teman baris sebelum masuk kelas, berteriak memberikan komando kepada teman-teman di dalam kelas agar memberi hormat kepada Bapak/ Ibu serta memimpin doa, menjadi pemimpin upacara setiap hari senin itulah salah satu cara ampuh pikirku saat itu. Dan terbukti lambat laun aku makin percaya diri sifat pemaluku lama-kelamaan makin terkikis. Buah dari tekad yang keras untuk berubah.

Masuk di SLTP saya juga menjadi ketua kelas dan menjadi ketua OSIS menjadikanku makin sering memimpin Upacara dan menjadi pelatih buat adik-adik persiapan upacara di setiap hari sabtu. Menjadikanku terbiasa tampil berbicara didepan orang banyak.

Dan saya makin mengasah kemampuan beladiri dan kemampuan berbicaraku saat Hijrah ke Makassar. Alhamdulillah saat di STM saya bergabung dengan Ikatan Karate-Do dan Rohis. Alhamdulillah 3 tahun di SMK Kartika banyak perubahan dalam hidupku.

Akupun merasa telah menjadi diri sendiri, inilah hasil dari tekad yang keras untuk merubah sifat-sifat negatif (pikirku) yang ada pada diriku.
Kalau saya bisa, maka anda juga PASTI bisa. Be Yourself

Nb : Tidak ada yang tidak bisa berubah, berusahalah Insya Allah bisa
Catatan dari buku Diaryku
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar