Pengaruh "Lingkungan" terhadap perkembanganku

Bagiku ada benarnya kata orang yang mengatakan bahwa " lingkungan tempat tinggal akan mempengaruhi perkembangan seseorang" kalau lingkungannya baik maka dia akan baik, dan kalau lingkungannya buruk maka dia akan menjadi pribadi yang buruk, walaupun faktor-faktor lain juga mempengaruhi perkembangan seseorang seperti keluarga dan pendidikan. Tapi bagiku lingkungan memiliki pengaruh dengan persentase terbesar terhadap seseorang.

Tulisan ini saya buat untuk menggambarkan sedikit pengaruh lingkungan yang saya rasakan saat saya masih kecil.

Sejak saya lahir saya memang sering berpindah-pindah....nomaden he....he.., kaya manusia zaman pra sejarah saja..... Maklum kami nomaden karena menyesuaikan dengan daerah kerja Ayah kami. Jadi kalau ayah pindah tempat kerja kami juga harus pindah, tapi hampir semua lingkungan yang saya tempati sangat jauh dari nuansa pendidikan dan agama. yang ada hanyalah kumpulan manusia yang senantiasa sibuk mengejar kenikmatan dunia (Lingkungan Proyek).

Kalau tidak salah ingat sekitar tahun 80-90 an saya tinggal di salah satu Desa di Kota Palopo Sulawesi Selatan, kenapa saya ambil dari desa ini karena saat itu saya sudah berusia 8 Tahun dan dapat merasakan apa yang saya liat dan terjadi padaku. Di desa ini bagiku masyarakatnya sangat jauh dari nuansa pendidikan dan agama. Walaupun tidak semua, karena masih ada beberapa guru mengaji, termasuk nenekku.

Tetapi didesa ini banyak anak-anak dibiarkan berkembang begitu saja, serta kurang didikan dari orang tuanya, banyak anak yang putus sekolah hanya karena ingin membantu orang tuanya mencari uang. Ada juga sih yang sekolah tapi yang melanjutkan pendidikan hingga Keperguruan Tinggi bisa dihitung jari. Faktanya saya liat banyak anak-anak yang malas belajar apalagi melaksanakan perintah agama seperti Mengaji dan Sholat.

Bukan hanya itu pergaulan yang sangat bebas, kecil-kecil sudah merokok menjadi pemandangan yang biasa saya liat. Walaupun begitu saya tetap bergaul dan bermain bersama teman-teman sebayaku, sayapun terpengaruh malas mengaji bahkan saya ingat dulu pernah diajak mencuri ikan disawah orang walaupun saya agak gemetaran karena dilakukan rame-rame jadi agak berani, Kurang lebih enam tahun bersama teman-teman sebayaku banyak hal yang saya rasa kurang baik untuk di ikuti.

Tapi saya sangat bersyukur dan beruntung karena di tahun 1992 ayahku memboyong kami sekeluarga untuk "HIJRAH" Ke pulau Kalimantan.

Saya pernah mendengarkan ceramah seorang ust yang mengatakan kalau kamu ingin baik dan lingkungan tempat tinggalmu tidak memungkinkan kamu untuk baik maka BERHIJRAHLAH....
Mungkin inilah jalan yang ditunjukkan olah Allah SWT kepada kami untuk berubah. Terimakasih Ayah.....ini adalah momen yang tidak akan pernah terlupakan buatku.....maklum namanya juga anak-anak....

Ini adalah kali pertama saya naik kendaraan angkutan yang sangat besar (BUS) sungguh menyenangkan. Waktu itu kami naik BUS PIPOSS Palopo - Makassar, saya juga baru pertama kali naik kapal yang sangat besar, saya masih ingat dengan jelas nama kapalnya Pelni AWU. Bahkan sangking besarnya kapalnya ini sempat membuatku tersesat diatas kapal karena jalan-jalan sendirian. Bukan cuma itu perjalan ini juga membuatku pertama kali merasakan Speed Boad . Sungguh Pengalaman yang luar biasa dan menyenangkan walaupun agak melelahkan.


Dan dengan perpindahan kami dari Pulau Sulawesi ke Pulau Kalimantan, secara tidak langsung ayah telah mengajarkan banyak hal kepada kami. Diantaranya beliau mengajarkan agar jangan lupa senatiasa berdoa kepada Allah SWT dimanapun berada, apatah lagi saat melakukan perjalanan, beliau mengajarkan kami agar rajin sedekah untuk mencapai kesuksesan bakhan kata beliau gaji pertama harus kita infaqkan ke masjid. Berbuat baik pada orang lain kapanpun apalagi kita sebagai perantau, beliau juga mengajarkan agar jangan meninggalkan sholat (bahakan kalau perlu ayah yang ingatkan terus) dan jangan memakan makanan yang haram.

Saat berada di Kalimantan kami merasa ada di kehidupan baru, apalagi kami berada di lingkungan yang baru. Disinilah kami selalu semangat untuk selalu melakukan yang terbaik, agar kami tidak membuat malu orang tua dan daerah kami...itulah pikiranku awalnya. Lingkungan disini juga orangnya sangat ramah-ramah, baik-baik dan lembut-lembut gaya bicaranya, dan ternyata itu memiliki efek terhadap perkembangan kami hingga tumbuh menjadi dewasa.

Alhamdulillah selama di kalimantan kami berlomba-lomba untuk belajar apalagi setiap kami dapat rengking dan tamat mengaji selalu di berikan hadiah oleh orang tua kami.....Wah....senangnya. Maka tak heran kami sangat semangat untuk belajar. Apalagi kami bersaudara semuanya saling mendukung dan membantu, bahkan orang lain menilai kami adalah saudara-saudara yang paling akur. Di Kotabarulah kakak pertama dan ketigaku menyelesaikan pendidikan SMA dan SMKnya, saya dan adikku menyelesaikan Jenjang pendidikan SMP. dan banyak prestasi yang bisa kami bangakan selama kami di Kalimantan.  Alhamdulillah.

Semua ini berkat Kedua Orang Tua kami (Terimakasih Ibu, Terimakasih Ayah).  Semoga Allah SWT mencatat semua jasa serta kebaikan Ibu dan Ayah mendidik kami, sebagai Amal yang kelak di akhirat dibalas oleh Allah SWT.Amin

" Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."

Yuk berbakti kepada kedua orang tua..... 
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar