Masjid Tua Palopo

Temanku bilang, belum sah ke Palopo kalau belum menginjakkan kaki di Masjid Jami Tua Palopo. Oleh karena itu, saya harus sholat di Masjid Jami Tua Palopo.

Alhamdulillah, hari ini Jum'at (16/08/2015) saya berkesempatan untuk melaksanakan sholat jum'at. Senang rasanya, karena ini adalah kali pertama saya sholat jum'at di Masjid yang didirikan oleh Raja Luwu yang bernama Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe pada tahun 1904 M.

Tapi sayang saya tidak bisa menyentuh Tiang Utama Masjid Jami Tua Palopo, yang terbuat dari pohon Cinaduri karena sudah di beri kaca (Alasannya karena kadang ada pengunjung yang iseng ambil sedikit tiangnya).

 


Tapi Alhamdulillah saya dapat menyentuh tembok dinding masjid yang cukup tebal dan kata orang menggunakan bahan campuran dari putih telur.


Ini Informasi yang sangat penting kita ketahui, sejarah singkat masuknya Agama Islam di Sulawesi Selatan.

Masjid ini sudah beberapa kali mengalami renovasi. Renovasi pertama pada 1700 M dengan perbaikan pada lantai. Kedua, pada 1951, mengganti lantai yang lama dengan lantai dari tegel yang didatangkan dari Singapura. Renovasi ketiga pada 1981 untuk memperbaiki seluruh bagian masjid yang rusak. Sedangkan pada renovasi keempat dan kelima dengan menambahkan luas bangunan hingga seperti yang sekarang ini. Lahan masjid ini seluas 1.680 m² 

Bentuk arsitektur Masjid Jami Tua Palopo secara keseluruhan menunjukkan nilai-nilai kebudayaan lokal yang berakulturasi dengan nilai-nilai dari luar, terutama Islam dan Jawa. Meski demikian, bagian inti dari kebudayaan setempat, tidak berubah
Kalau anda ke Kota Palopo jangan lupa luangkan waktu untuk sholat di Masjid ini ya....

Hormatku

+Muhammad Sabran  Ingin Ngobrol bersama saya Like Fans Page MS- Muhammad Sabran atau Follow Twitter @MuhammadSabran
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar