Ziarah ke Makam Ibu dan Ayahku

Alhamdulillah hari ini (Sabtu pagi /15/08/2015), saya berkesempatan untuk ziarah ke makam Ibuku untuk kedua kalinya. Tak lupa saya mengajak Istri dan Anakku untuk ikut ziarah. 
Makam ibuku terletak di Pekuburan Islam Desa Karang-Karangan, Kecamatan Bua. Alhamdulillah tidak begitu jauh dari tempatku nginap (rumah tante Zahra).

Kaka Hafidzah Ikut berdoa bersama Umminya #Belajar

Ada dua hal yang menjadi pelajaran penting buat saya ajarkan kepada Istri dan anakku saat melakukan ziarah, pertama saya dapat mengajarkan kepada Istri dan anakku bahwa semua yang bernyawa pasti akan kembali kesini, dan memberitahukan agar kita harus sering mengigat kematian, sehingga kita makin semangat dalam menjalankan Ibadah, sebagai bekal di Alam kubur kelak. Kedua sebagai orang tua saya dapat memberikan contoh agar kelak jika Abi dan Ummi sudah wafat, maka sebagai anak yang sholehah harus rajin mendoakan orang tuanya dan menziarahi makamnya. 

 
Satu setengah tahun sudah, saya hidup tanpa seorang Ibu tempat mengadu dan curhat jika mendapatkan masalah dan meminta solusi permasalahan hidup yang saya hadapi #Mandiri

 Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau dan menerima semua amal-amal beliau. amin

Dan hari Ahad / 16 Agustus 2015, saya bersama keluarga ziarah ke Makam Ayahku yang terletak di Mangkutana. Perjalanan menuju Mangkutana dari Desa Karang-Karangan, kami tempuh dalam waktu 3 Jam lebih. #Alhamdulillah

Walaupun kami harus ziarah ba'da sholat magrib, tapi Alhamdulillah ada petugas kubur yang membukakan kami pintu dan menyalakan lampu.  Sehingga kami dapat siarah dengan nyaman. Makasih pak.


Alhamdulillah dapat ziarah ke Makam Ayah dan Ibu, bahagia rasanya. Apalagi ditemani anak dan Istri.

Palopo dan Mangkutan.
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar