BERHENTILAH...Menakut-nakuti anak anda !!!

Saya sangat sering melihat orang tua menakit-nakuti anaknya sendiri, bahkan mulai sejak saya masih duduk dibangku Sekolah Dasar hingga sekarangpun. Saya masih banyak melihat fenomena ini.

Tujuan mereka menakut-nakuti anaknya adalah agar anak menuruti keinginan orang tuanya. Bahkan saya punya pengalaman pribadi, ada teman saya yang memiliki adik yang takut dengan daun...itu dulu, sekarang tidak lah he...he... itu mungkin salah satu efek saja dari seringnya orang tua menakut-nakuti anaknya.
Kalau kita sebagai orang tua yang baik, jangan mau pakai cara praktis ini. Untuk membuat anak kita taat karena memiliki dampak yang tidak baik buat nak kita.

Menakut-nakuti bayi dibawah 12 bulan. Hanya akan membuat ia selalu merasa tidak aman dan nyaman. Karena dengan menakut-nakuti bayi, apalagi selalu berulang-ulang. Lama-kelamaan dia akan menyerapnya dalam otak, dan akan terekam bahwa apa yang ditakut-takuti tersebut adalah nyata. Sehingga sikecil selalu mersa tidak aman dan nyaman. Padahal yang paling dibutuhkan oleh bayi dibawah 12 bulan adalah rasa aman dan nyaman

Menakut-nakuti anak usia 1-3 tahun (balita). Hanya membuat anak tergantung pada orang tuanya. Anak balita tidak bisa membedakan mana yang masuk akal dan mana yang tidak. Oleh karena itu, apa yang dilihat dan didengar sering diserap sebagai sesuatu yang nyata. Sehingga menakut-nakuti anak usia 1-3 tahun atau balita hanya akan membuatnya tergantung pada orang tua. Akhirnya si anak menjadi sosok penakut dan sulit untuk mandiri. Suasana takut akibat sering ditakut-takuti itu akan terus menetap dalam benak anak, maka proses eksplorasi bermain dan kegiatan rutinya akan terganggu dan terhambat. Perasaan takut berlebihan akan merusak kemampuan berpikir dan berprilakunya secara rasional terutama dalam pengambilan keputusan.

Anak Usia 3-5 tahun (Balita) memiliki imajinasi yang sudah berkembang, rasa takut yang muncul karena selalu ditakut-takuti, akan membuatnya  menjadi anak yang selalu bingung, cemas dan tegang. 

Menakut-nakuti anak usia 9-12 tahun, terlalu banyak menakut-nakuti anak pada usia ini juga berakibat negatif. Banyak energi terbuang percuma karena anak akan memelihara rasa takutnya yang berlebihan sehingga menggangu proses belajarnya disekolah. Dia tidak bisa konsentrasi belajar, karena energi yang seharusnya digunakan untuk belajar, dia gunakan untuk mengatasi rasa takut.

Maka tidak heran, jika kita banyak menjumpai banyak anak yang mengidap Fobia (Ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu). Bahkan rasa takut itu ada hingga ia dewasa. 


Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai Orang tua ? 

Sebagai orang tua, tugas mendidik anak memang tidaklah mudah. tapi kita harus sadar bahwa mendidik anak juga adalah Investasi yang luar biasa. Bahkan ganjaran pahala yang Allah SWT siapkan juga sangat Istimewa.

 Dokumentasi Lapangan Syeh Yusuf tahun 2015 (Olahraga Pagi)

Yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua adalah menanamkan rasa takut yang benar, yaitu rasa takut kita hanya kepada Allah SWT. Takut jika melakukan dosa karena akan masuk Neraka, sehingga anak sejak kecil memiliki pemahaman yang benar.

Berhentilah menakut-nakuti anak, tapi cobalah untuk memberikan pemahaman. Dan jangan pernah merasa lelah untuk selalu memberikan pemahaman yang benar kepada anak kita, sejak anak kita memiliki imajinasi untuk membayangkan sesuatu, hingga Ia berusia 12 tahun.

Semoga kita semua dapat menjadi Orang tua yang baik buat anak-anak kita, karena anak-anak itu hanya menginginkan dua hal yaitu Rasa Aman dan Nyaman. Semoga kita dapat mewujudkannya. Amin.

Catatan : Abi juga minta maaf  buat kaka hafidzah, karena abi pernah menakut-nakutimu anakku. Tapi sejak abi menulis tulisan ini, abi janji tidak akan menakut-nakuti pada kucing lagi. 

Makassar, 2 September 2015

Hormatku
+Muhammad Sabran  Ingin Ngobrol bersama saya Like Fans Page MS- Muhammad Sabran atau Follow Twitter @MuhammadSabran
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar