TAHUN KE-2, 3 DAN 4 BERSAMAMU

Allhamdulillah, Segala Puji Hanya Milik Allah atas segala nikmat-Nya. Itulah kata yang sepatutnya saya ucapkan. Karena begitu banyak nikmat yang telah saya dapatkan, sejak ucapan Ijab dan Qobul dihari berbahagia, yang menyatukan dua Insan dan dua Keluarga, tepatnya tanggal 1 Oktober 2011 di Bajang Bulukumba.

Setelah menikah, saya sangat berbahagia sekali karena baru kali ini, saya merasakan namanya "pacaran" he...he... Jangan salah ya... saya pacaran setelah nikah. Indahnya menikmati perjalanan Bulukumba - Makassar berdua, mengunjungi tempat-tempat wisata dan mengantar- jemput kuliah selalu berdua. Bahkan banyak yang mengira kami sedang "Pacaran" tanpa ikatan pernikahan, padahal kami sudah SAH suami Istri. #NikahMuda

27 hari setelah menikah saya mendapat kabar yang sungguh luar biasa, hasil test kehamilan Istriku Positif.  Tapi Kehamilan Istriku menjadi ujian tersendiri buatnya, karena harus menjalani rutinitas kuliah dan menjalani Praktek Mengajar di Sekolah dalam kondisi mengandung.


Alhamdulillah, perjuagan 9 Bulan istriku sungguh luar biasa. Buah hatiku lahir tepat diusia pernikahanku 9 Bulan 27 Hari (28 Juli 2012). Sungguh kebahagian yang luar biasa memiliki keturunan, karena memang tujuan pernikahan adalah melestarikan keturunan. #IbadahSepanjangHidup

Akhirnya istriku harus cuti kuliah... Setelah anakku sudah bisa diajak keluar Rumah Istriku kembali melanjutkan perjuangannya untuk mengejar IMPIANnya #Sarjana

Kadang saya juga tidak tega melihatnya, tapi apa boleh buat. Saya harus ke kantor dan hanya bisa mengantarnya sampai kampus. Bahkan saat anakku berusia 9 Bulan, harus ikut bersama Umminya menjalani P2K di Kabupaten Bantaeng....Saya sangat bersyukur karena mendapatkan pasangan yang kuat dan berbeda dari wanita kebanyakan, begitu sederhana dan suka tampil apa adanya, serta tidak terlalu banyak menuntut.

Alhamdulillah akhirnya saya dapat membuktikan kepada Orang Tuanya, tepat tanggal 24 Desember 2013 (Dua tahun lebih usia pernikahan kami) , istriku diwisuda yang dihadiri Almarhumah Ibuku dan Ayahnya. Dan saat itu juga Istriku sementara mengandung anak kedua. Saya sangat salut denganmu sayangku, disamping perjuanganmu menlaksanakan kewajibanmu sebagai seorang istri, merawat buah hatiku yang pertama, menyelesaikan skripsi juga mengandung buah hatiku yang kedua. La Haula Wala Quwwata Illa Billah

Satu bulan lebih setelah Istriku Wisuda, beliau kembali bertaruh nyawa untuk melahirkan anak kedua kami. Dan setelah melakukan perjuangan yang luar biasa selama satu malam. Alhamdulillah anak kedua kami lahir Normal tepat setelah Sholat Subuh tanggal 4 Februari 2014.

Saya bersama Istriku juga tak akan pernah melupakan perjuangan, saat buah hati kami yang pertama sakit dan harus dirawat selama beberapa hari di RS Haji Makassar. Alhamdulillah semua dapat kita lalui bersama


Kini (2015) Empat Tahun sudah engkau menemaniku mejalani kehidupan berumah tangga, banyak kenangan yang sangat sulit saya lupakan bersamamu. Baik kenangan Indah dan menyenangkan maupun kenangan yang menyedihkan. Serta menghadapi masalah dan menjalani pahit getirnya kehidupan berumah tangga, semua kita lalui bersama. Saya mencintaimu karena Allah

Sebagai manusia biasa perselisihan pastilah ada, tapi dengan komunikasi yang baik semua dapat kita selesaikan. Bahkan kini seolah kita sudah saling memahami dan saling melengkapi.

Wahai bidadariku, diakhir tulisan ini saya ingin minta maaf jika selama ini saya belum bisa menjadi pemimpin yang baik buatmu. Karena kesibukanku...

Terima kasih atas segala dukungan, doa yang engkau berikan kepadaku selama ini wahai bidadariku.
Semoga Rumah Tangga kita menjadi Keluarga yang sakinah (tenang), mawadah (penuh cinta), Warahmah (Kasih sayang). Serta menjadi keluarga yang terus memperjuangkan Syariah dan Khilafah. Amin

Hormatku

+Muhammad Sabran  Ingin Ngobrol bersama saya Like Fans Page MS- Muhammad Sabran atau Follow Twitter @MuhammadSabran
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar