Kemarahku karena CINTAKU

    Saya tidak pernah marah dan benci karena keyakinan atau agama kita berbeda.

    Saya berteman tanpa memandang agama, saya dulu memiliki teman Nasrani saat bersekolah namanya James Ario, saya bermain dan juga makan dirumahnya.
     
    Saat Di STM dulu, saya juga memiliki guru yang bernama Pak Marten, saya hormat dan berprilaku baik kepada beliau. Bahkan sampai sekarang, ada beberapa Trainer yang membimbing dan mengajarkan Ilmu kepada saya beliau beragama nasrani, dan saya tetap Hormat serta kagum kepada beliau karena keilmuannya tanpa melihat latarbelakang agamanya.
    Saya juga memiliki atasan yang berbeda agama dengan saya, tapi saya tetap berprilaku sopan dan menghormati beliau. #Karena yang saya pahami seperti itu 

    Dalam diri saya, tidak pernah ada sedikitpun rasa benci kepada orang yang berbeda agama dengan saya.  Atau bahkan menebarkan rasa kebencian kepada mereka karena hanya berbeda agama. Kamarahanku karena keCINTAanku kepada Allah, Rasul dan Kitab-Nya (Al-Qur'an)

    Ketika Rasulullah SAW dilecehkan maka disitulah saya marah, ketika Al-Qur'an dibuang ke dalam kloset disitulah saya marah dan mengecam para pelakunya. Dan di saat Al-Qur'an kitab suciku, isinya disinggung dan melukai persaanku. Maka pastilah saya akan MARAH dan menuntut pelakunya di HUKUM. (Karena hanya itu yang saat ini bisa ku lakukan).

    Kami hanya bisa menuntut para penegak hukum, untuk menindak pelaku penistaan agama. Karena kami taat hukum, dan tidak ingin main hakim sendiri.

    Marahku karena keCINTAanku, jika keluargaku dilecehkan oleh orang lain saja saya akan marah, apatah lagi jika Rasul dan Kitab Suciku yang dilecehkan.
    (Seandainya penguasa memerintahkan JIHAD saya akan jihad)!!!

    Disinilah pentingnya kita menempatkan, rasa marah dan cinta kita pada tempatnya. Menggunakan standar yang jelas, sehingga Marah dan Cinta kita itu berjalan dengan benar.

     
    Apa yang saya sampaikan, tidak ada hubungannya dengan politik. #TangkapAhok
     
    Wal-lah a'lam bi ash-shawab
     
    Hormatku
     
    +Muhammad Sabran  Ingin Ngobrol bersama saya Like Fans Page MS- Muhammad Sabran atau Follow Twitter @MuhammadSabran
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar