Pertemuan DAHSYAT

Alhamdulillah hari ini (Ahad, 19 Februari 2017), saya berkesempatan untuk kembali bertemu dan berkumpul bersama teman-teman seperjuangan. Pertemuan hari ini adalah pertemuan yang special karena kami mendapatkan kunjungan dari Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir Indonesia dari Jakarta yaitu Ust. Agus Suryana.
Agar tidak terlambat mengukuti acara, saya berusaha agar dapat tiba lebih cepat dilokasi yang menjadi tempat pertemuan hari ini.
Alhamdulillah dapat tiba lebih cepat, semoga dapat menjadi kebiasanku. Selalu tiba lebih dahulu dalam setiap janji yang telah ditunaikan. Amin #PantangTerlambat

****Sebagai pengantar, sebelum ust Agus Suryana menyampaikan materinya. Terlebih dahulu dibuka oleh Ust. Abdul Hafid Toha****

Nasehat yang sangat menggugah dan membangkitkan semangat.

Sebagai pengantar sebelum Ust. Agus menyampaikan materi Power pointnya, beliau sedikit menceritakan bagaimana Ghiroh Kebagkitan ummat membela agamanya sedang bangkit. Hal tersebut bisa dilihat dari Aksi Bela Islam yang dilaksanakan di Jakarta. Serta beliau juga menyampaikan bahwa saat ini sedang terjadi 1. Kriminalisasi Ajaran Islam seperti Khilafah dll 2. Kriminalisasi Ulama Seperti yang terjadi pada Habib Riziq Syihab, KH. Ma'ruf Amin dan KH. Tengku Zulkarnain dll serta 3. Kriminalisasi Ormas Islam seperti FPI dll. Yang dilakukan oleh orang-orang Liberal dan musuh-musuh Islam. Beliau menggambarkan dengan sangat jelas...

Ust Agus seakan bertanya kepada kami semua : Apa yang sudah kita siapkan sebagai bukti perjuangan dihadapan Allah kelak ? Dan beliau memberikan Fakta yang pernah terjadi sebelum perang Uhud bagaimana dua orang sahabat (Abdullah Bin Saad dan Abdullah Bin Jahziy) dalam Berdoa. Tapi ada yang berbeda dari doa Abdullah Bin Jahziy yaitu meminta kepada Allah agar hidung dan telinganya dalam keadaan terpotong.#SebagaiBukti Kelak dihadapan Allah SWT untuk ditenteng atau dibawa #SangatInspiratif

Setelah Ust. Agus bercerita tentang kisah dua Sahabat yang luarbiasa, beliau melanjutkan dengan mengajak kami untuk kembali melihat  diri kita sendiri, serta apa-apa yang keluar dari tubuh kita. Semuanya KOTOR, BURUK dan JELEK. Dan kita masih punya modal yang tersisa agar kita tidak serupa bahkan lebih hina dari binatang ternak yaitu PERKATAAN dan PERBUATAN.

Setelah itu Barulah Ust. Agus Suryana membuka Slidenya dan menjelaskan materi yang selama ini sudah sangat sering kami dengarkan yaitu "Dakwah sebagai Poros Hidup". Mengapa ini penting disampaikan untuk saling mengingatkan dalam perjuangan, bahwa dakwah tetap harus dilakukan dimanapun kita berada di Masyarakat maupun di Kantor. Beliau menjelaskan ada orang-orang yang masuk Zona Hijau (Sempurna), Zona Kuning (Setengah Sempurna) dan  Zona Merah (Ada dan tidak adanya sama saja). #KegiatanLainnyaMengikut
Tidak lupa beliau juga menguatkan materinya, dengan memberikan contoh kisah-kisah nyata yang pernah beliau hadapi atau tangani. Selama berjuang bersama Hizbut Tahrir Indonesia #MakinMengena
Dalam nasehat belaiu juga mewanti-wanti agar kita semua terhindar dari penyakit paling berbahaya dan mematikan, yang menggerogoti para pengemban dakwah sepanjang sejarah perjuangan. Apa itu ?

Maksiat   -  Tidak Ikhlas  - Takabbur (Sombong)

Ngak peduli siapa dia, pelopor dakwah atau pemula. Jika Maksiat GUGURlah ia
Ngak peduli siapa dia, pelopor dakwah atau pemula. Jika Tidak Ikhlas GUGURlah ia
Ngak peduli siapa dia, pelopor dakwah atau pemula. Jika Takabbur (Sombong) GUGURlan ia

Takabbur - Sombong termasuk orang-orang yang : Menolak Kebenaran dan menganggap Rendah Orang Lain
INgat : Kwalitas seseorang ditentukan diakhir hayatnya, diakhir hidup yang sangat menentukan. Bukan Saat ini. Oleh karena itu perbanyaklah #Bersyukur karena kita masih berada dalam barisan dakwah ini. #Alhamdulillah
****Tak terasa waktu Sholat Zuhur sisa 7 menit, akhirnya kami harus menutup acara untuk bersiap-siap melaksanakan Sholat berjamaah****
Setelah menunaikan sholat zuhur acara kemudian dilanjutkan dengan sedikit materi tentang Tasaquth dan Insilkh. Nasehat dipenghujung materi ini adalah agar kami tidak berguguran atau melepaskan diri dari dahwah, tak lupa beliau memberikan beberapa contoh nyata beberapa orang yang telah berguguran dalam dakwah.

Kita juga harus memberikan pemahaman kepada Keluarga (Istri dan anak), tentang aktivitas kita. #PastiBerpisah

Dan sebelum acara berakhir ditutup dengan sesi Tanya jawab, atau menyampaikan masukan-masukan tentang dakwah didaerah.
Acara yang paling terakhir adalah makan siang bersama di rumah Ust. Multazam. #Alhamdulillah

Bagiku ini adalah pertemuan yang Dahsyat Luarbiasa, karena mampu membangkitkan semangat juang kami. Sederhana namun berkesan. #Berkah


Hormatku

+Muhammad Sabran  Ingin Ngobrol bersama saya Like Fans Page MS- Muhammad Sabran , Follow Twitter @MuhammadSabran. Telegram https://t.me/SabranTrainer


Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar