Singlelillah, Siapkan Dirimu Memanen Cinta

Oleh: Andi Haerani
.
.
Masa single. Jomblo. Terlebih usia sudah matang menghadapi hiruk pikuk rumah tangga, lumrah ketika mulai pula diperhadapkan cuitan-cuitan narasi tentang pernikahan. Kekebalan mental perlu dibangun agar tak sakit-sakitan dengan rasa baper.


Berbagai macam kondisi yang di hadapi. Mulai dari pertanyaan kapan nikah. Kerisauan sebab tak ada sinyal siapa gerangan yang hendak datang mau melamar. Atau malah setumpuk CV dihadapan tapi tak kunjung ada yang cocok. Ada saja penghalang yang menghentikan proses. Serupa manusia kepingin punya mobile, tentu maunya memilih mobile dengan casing oke, mesin yang top dan spesifikasi yang cocok atau sesuai dengan kebutuhan. Manusia pada umumnya pun begitu. Kita ingin bersanding dengan pasangan hidup, 'sempurna' memenuhi semua kriteria yang sudah ditetapkan.

Yang jadi pembeda, jika punya mobile sesuai kriteria itu adalah pilihan, maka tidak dengan perkara jodoh. Nah ini yang penting kita sadari. Jodoh adalah takdir Allah. Maka pertanyaan kapan nikah, mengapa belum nikah, yang datang kok ada saja ketidak cocokan sehingga lagi-lagi proses berhenti. Jawabannya hanya satu. Jodoh di tangan-Nya selaku yang maha penetap siapa terbaik untuk diri.

Selagi usaha, selagi tiap jalan terlewati benar. Selagi berkah Allah menjadi sandaran utama. Maka Allah pasti siapkan waktu terbaik bagimu memanen usaha. Memanen cinta dari-Nya. 

Maka tetaplah lakukan persiapan terbaik agar saat rezeki berupa jodoh tiba waktunya, visi hidup tak roboh meski terguncang berbagai macam ujian. Yaitu tetap sadar taat dalam kondisi apapun.


Ada niatan yang perlu diluruskan tentang persiapan. Bahwa persiapan selama ini yang dilakukan sejatinya bukan perkara dengan siapa kelak akan disandingkan. Karena karunia pasangan hidup, bisa jadi menjadi ujian, bisa jadi pula sebagai hadiah.

Bisa jadi pasangan hidupmu datang sebagai penguat taat, bisa jadi pula ia sebagai ujian sejauh mana sanggup sabar agar tetap dalam jalan rida Allah.

Lantas apa yang paling penting saat pasangan ternyata jauh dari ekspektasi? Diri kita dan kekuatan kesadaran agar tetap dalam rida Allah.

Maka asumsi umum tentang kita harus menerima pasangan hidup apa adanya, masih perlu didefinisikan dengan jelas. Faktanya, rata-rata orang yang sudah menikah perselisihan pasti ada. Itu artinya, ada hal yang tidak disukai dari diri pasangan yang tak bisa diterima apa adanya. Maka bagimu, tentu tak sekedar menerima apa adanya. Selain belajar menerima, juga harus banyak memberi dan berani menyampaikan.

Singlelillah... Sebab itu memanen cinta sebenarnya bukan sekedar mendapat jodoh tapi tetap merasai keimanan setelah menanggalkan status single. Agar kelak mendapat Rahmat Allah agar Allah pandang kita layak menempati surga-Nya. Inilah panen cinta terbaik. Hadiah terindah yang diinginkan semua orang. Siapkan dan pantaskan dirimu 
"Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnnya. Orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah; dan orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke Neraka".

(Mutafaq 'alaih)

Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar