BUKU Surat Cinta Terakhir & Pesona Sang Jomblo

Kak Mauka putuskan pacarku ?

Tapi bingungka mau bilang apa🙏

Baru bingungka mau apa setelah saya putuskan😭😭😭

Ituji masalahmu.....ternyata....

Baru galau sekaliki.....

INI SOLUSINYA.....

AMBILKI buku "Surat Cinta Terakhir" baru tulis nama "Pacarta" di kolom yang telah disediakan.
Baru kasikanmi langsung......

Setelah itu....Langsungki baca buku "Pesona Sang Jomblo" agar bisa bertahan hidup. Sampai ketemu bidadarita....

Mantap kan...

Apa lagi.....Selesai toh....👍👍👍👍

Bingungki dimana dapat bukunya....

Pesanmiki sebelum habisisan Klik Link Berikut
👉http://bit.ly/MinatBukuPesonaSangJomblo
👉http://bit.ly/MinatBukuSuratCintaTerakhir

Alhamdulillah Sudah ada dirumahku
Karya Sahabatku Adi Wijaya

=====================================================
Judul : Surat Cinta Terakhir
Penulis : Adi Wijaya (@adiwijayawmx)
Tebal : 135 halaman
Ukuran : 15 x 23
ISBN : 978-602-14845-4-8
Penerbit : Kutlah Media


Surat Cinta Terakhir, karena Mengakhiri tak Selamanya Menyakiti

Ini sebenarnya buku atau surat? Sekilas melihat sampul depannya serupa dengan amplop. Ataukah surat yang dibentuk buku? Karena untuk ukuran surat, sepertinya ini terlalu panjang. Ada 135 halaman. Apapun itu, yang jelas Surat Cinta Terakhir hadir untuk memberi inspirasi. Menjadi peneguh hati bagi mereka yang berani untuk memilih; memutuskan hubungan pacaran, memilih untuk sendiri tapi justru lebih bahagia.

Membaca buku ini, kita seperti sedang membaca sepucuk surat. Gaya bahasanya dikemas dengan cara bertutur, seolah-olah kita sedang diajak bercerita dengan si pengirim surat. Sehingga tidak terkesan menggurui. Sedikit puitis dan romantis, agar mampu menggugah perasaan.

Di dalamnya ada 12 pesan, yang dituliskan seseorang kepada “kekasihnya” untuk segera mengakhiri hubungannya. Sebab hubungan itu bukan menuai berkah, tapi dosa. Keduabelas pesan ini sengaja diurutkan membentuk satu jalinan pemikiran yang utuh. Misalnya di awal-awal pembahasan, diulas tentang makna cinta yang sebenar-benarnya cinta. Panjang lebar dijelaskan kalau cinta itu fitrah. Jadi kalau ada manusia yang tak punya cinta, maka ada yang salah. Dia berada pada kondisi yang tidak normal.

Di pertengahan pembahasan, pembaca diajak untuk berpikir tentang untung rugi pacaran. Memandang pacaran dari sudut pandang Islam. Dan di bagian akhir, diajak untuk berhijrah. Bertobat sungguh-sungguh. Ada pula tips bagaimana agar bisa istiqamah dalam hijrah. Jadi tidak selamanya mengakhiri itu menyakiti. Ada namanya “akhiri dengan indah” dan itu misi dari Surat Cinta Terakhir.
Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar