Inspirasi Kehidupan (Ibu Penjual Ikan)

Dari Gowa. Pagi itu saya dari Rumah Pak Haji Taufiq (Mengambil Minyak Terapi Plus Ruqyah Haramayn),  dan saya singgah membeli Ikan Nila karena saya melihat ikannya sangat segar dan ada yang besar-besar 😊

Penjual ikan yang terdapat diujung jalan Toddopuli X atau Jln. Waduk Tunggu Pampang pagi itu masih jualan sendiri (Maklum masih pagi). Setelah melakukan negosiasi harga Alhamdulillah sepakat dapat harga Rp. 30.000,-/ Ikat karena pembeli pertamaπŸ‘

Saya juga meminta beliau untuk mengerjakan ikannya jadi nanti tinggal dimasak, jika sampai dirumah (Sedikit meringankan beban Istri.😊

Tapi yang lebih penting dari itu, saya senang jika bertemu orang mengajak beliau ngobrol. siapa tau ada Inspirasi yang bisa kita ambil dari apa yang kami bicarakan. Dan benar dari hasil ngobrol kami ada beberapa hal yang bisa menjadi Inspirasi buat kita semua.

Beliau ternyata sudah jual ikan hasil tangkapan di waduk, sudah lebih dari 20 Tahun. Luarbiasa.....πŸ‘πŸ‘


Tampak dikejauhan nelayan sedang mencari ikan di Waduk

yang jelas kata beliau : Alhamdulillah saya hampir setiap hari jualan disini, kadang ikan yang dijual banyak dan kadang juga sedikit. Tergantung Rezeki  (kata beliau bercerita sambil mengerjakan ikan) yang penting kita kerja halal.


saya lanjut bertanya 
Apa ikan seperti ini ada musimnya bu ?
Kata beliau tidak adaji musimnya, setiap hari selaluji dapat Ikan suamiku....πŸ‘


Disinilah setiap hari banyak orang yang memancing, menjaring untuk mencari ikan Nila.Termasuk suami IbuπŸ‘

Makasih bu atas waktu dan tenaganya....semoga rezekita makin lancar.πŸ‘‹πŸ‘‹

Inspirasi yang bisa kita ambil :

"20 Tahun bukanlah waktu yang singkat, Maha Suci Allah yang memberikan beliau nikmat yang luarbiasa. Dengan keberadaan waduk ini beliau bisa mendapatkan uang buat keluarganya. Insya Allah bu Rezeki tak akan pernah tertukar

"Kita harus banyak-banyak bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita semua"

"Kerjakanlah pekerjaan yang halal, insya Allah berkah"

Share on Google Plus

About Muhammad Sabran

0 komentar:

Posting Komentar