PERJALANAN DARI MAKASSAR KE WAJO
Sabtu, 31 Januari 2026.
Perjalanan ini dimulai dari Kantor BWA Cabang Makassar dengan semangat yang menggelora, seolah setiap kilometer yang akan kami tempuh menyimpan cerita yang menunggu untuk dituliskan. Pagi ini, langit masih bersahabat ketika kami melaju meninggalkan hiruk-pikuk Kota Makassar, dan perlahan digantikan oleh pemandangan hijaunya sedikit persawahan yang menenangkan mata.
Di tengah perjalanan menuju Sengkang, kami memutuskan untuk singgah di sekitar wilayah Limbung, Gowa. Bukan tanpa alasan—daerah ini sudah lama terkenal dengan baksonya yang menggoda. Benar saja, semangkuk bakso hangat yang tersaji di hadapan kami seolah menjadi energi baru. Kuahnya yang gurih, dagingnya yang kenyal, dan suasananya yang penuh keakraban membuat momen itu terasa istimewa. Tawa dan obrolan ringan mengalir begitu saja, menambah kehangatan di perjalanan Saya bersama Fath.
Perjalanan kembali dilanjutkan hingga tiba waktunya kami menepi untuk menunaikan ibadah di Masjid Dato Tiro, Bulukumba. Masjid itu berdiri dengan tenang, menghadirkan suasana khusyuk yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Di sana, kami sejenak berhenti dari perjalanan fisik, beralih pada perjalanan batin—memohon keselamatan dan kelancaran hingga tujuan.
Tak lama setelah itu, kami menuju Kabupaten Sinjai untuk menjemput Ustadz Arifin Nonci. Pertemuan itu terasa penuh kehangatan dan rasa hormat. Kehadiran beliau menambah makna dalam perjalanan kami, seolah ada berkah yang turut menyertai langkah kami selanjutnya.
Ada yang pernah minum ini, minuman khas sinjai.ππ
Singgah sejenak silaturahmi ditempat keluarga Ust. Arifin Nonci
Tak lama setelah itu, kami menuju Kabupaten Sinjai untuk menjemput Ustadz Arifin Nonci. Pertemuan itu terasa penuh kehangatan dan rasa hormat. Kehadiran beliau menambah makna dalam perjalanan kami, seolah ada berkah yang turut menyertai langkah kami selanjutnya. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan panjang, kami tiba di Sengkang, Wajo. Namun, takdir berkata lain. Sesaat setelah sampai, mobil yang kami tumpangi mengalami kecelakaan kecil. Suasana yang tadinya penuh kelegaan berubah menjadi tegang. Meski begitu, kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Dengan kepala dingin dan niat baik dari semua pihak, masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Tidak ada amarah yang berkepanjangan, hanya kesepahaman dan saling memaafkan.
Perjalanan ini bukan hanya tentang jarak yang ditempuh, tetapi tentang cerita yang terukir di setiap pemberhentian. Dari semangkuk bakso sederhana, doa di masjid yang tenang, silaturahmi ditempat keluarga ust, hingga ujian di akhir perjalanan—semuanya menjadi bagian dari kisah yang akan selalu kami kenang.
Silahkan tinggalkan jejak dengan memberikan Komentar.......
Dokumentasi Kegiatan Foto-Foto Training Motivasi bersama Coach Sabran disini πππwww.muhammad-sabran.com/2011/08/hubungi-saya.html
Hormatku
Coach Sabranπ
















Posting Komentar untuk "PERJALANAN DARI MAKASSAR KE WAJO"