Rekening Tertua di Dunia Mengalirkan Manfaat Hingga Kini

@sabranbwa_makassar
Bagaimana kisahnya hingga salah satu rekening tertua di dunia ini mengalirkan manfaat hingga kini?


Rekening ini bermula 1400 tahun yang lalu mengenai keprihatinan salah satu sahabat Rasulullah SAW, yakni Ustman bin Affan terhadap krisis air yang melanda Madinah pada saat itu. Penduduk Madinah mengandalkan kebutuhan airnya dari Sumur Raumah yang dimiliki seorang Yahudi. Sayangnya untuk mengambil air di sana, penduduk Madinah ditarik biaya yang sangat mahal. Padahal jika yang meminta sesama Yahudi, pemilik sumur memberinya sukarela.

Melihat itu, Usman bin Affan tidak tinggal diam. Pada awalnya beliau beli setengahnya dari sumur tersebut sehingga akhirnya sumur tersebut bisa beliau beli sepenuhnya. Setelah berhasil memperoleh sumur tersebut, Usman memperbolehkan semua umat muslim di mana pun untuk mengambil air dan menikmati hasil kurmanya. Tanpa ditarik dan dikenai biaya sepeser pun. Lambat laun sumur tersebut berkembang hingga menjadi kebun kurma dan dikelola oleh Kementerian Pertanian Arab Saudi.

Saat ini, kurma di kebun tersebut berjumlah 1.500 pohon kurma dan masing-masih pohon dapat menghasilkan 1.000 kilogram kurma setiap tahun. Dari penjualan kurma ini, setengahnya diberikan kepada orang yang membutuhkan, setengahnya lagi disimpan dalam rekening bank atas nama beliau dan dikelola oleh Kementerian Wakaf Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi bahkan menginvestasikan pendapatan tersebut dengan membangun hotel bintang lima di sekitar Masjid Nabawi Madinah. Pendapatan dari masjid tersebut setengahnya akan diberikan kepada kaum dhuafa, setengahnya lagi akan masuk ke rekening Usman bin Affan.

Masya Allah begitu dahsyat wakaf Usman bin Affan yang mampu berguna dan bermanfaat bagi umat hingga kini.  Yuk tiru kedermawanan beliau dengan berwakaf di www.bwa.id.

#BWA #2020SejutaQuran Kuatkan Indonesia #SemangatMerawatQolbu #MyWakafMyLifeStyle #wakafquran #dirumahaja

Follow IG @sabranbwa_makassar 🙏
Share on Google Plus

About muhammad sabran

0 comments:

Posting Komentar