Aksi Bela Nabi Cinta Nabi

(31/10) Aliansi Umat Islam Sul-Sel. Menggelar Aksi Bela Nabi, Cinta Nabi. Aksi yang diikuti Ribuan Peserta ini, sejak pukul 08.00 Wita sudah berkumpul di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar kemudian melakukan Long March menuju Monumen Mandala.

Acara dibuka oleh Ust. Ali Wardana selaku MC, kemudian di lanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an Oleh Ust Syahrul. Setelah pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an dilanjutkan dengan pembacaan Tata Tertib Aksi oleh Ust. Abdi Negara.

Acara dilanjutkan dengan latihan yel-yel Aksi, mengatur barisan dan distribusi Atribut Aksi. Setelah semua siap....

Bela Nabi....Cinta Nabi... Harga Mati, Bela Nabi....Cinta Nabi...Sampai Mati
Allahuakbar.....3x

Penghina Rasul ......Hukum Mati.......Prancis......Hancurkan......

Orasi Pembuka Oleh  Ust. Nasaruddin

Setelah orasi pembuka selasai, kami bergerak menuju monumen mandala. Dan Orasi selanjutnya disampaikan oleh Ust Satria Arif
Kalau IMAN yang bicara panas terasa sejuk, walau panas terik semangat terus membara. Allahuakbar 3x

Orasi berikutnya Ust. Haris Abu Mutiah 

Orasi dari Ust. Sarjan


Orasi Ust. Sofyan WG
Orasi-Orasi Para Ust sungguh luar biasa dan menggugah, beberapa kali mata ini tanpa sadar meneteskan air mata. Mendengarkan Orasi-Orasi tentang Baginda Nabi Muhammad SAW. 

Alhamdulillah ku abadikan dalam gambar. Matahari beberapa kali tertutupi Oleh Awan, membuat perjalanan kami terasa lebih dingin, ditengah kemarahan kami atas penghinaan Nabi Muhammad SAW.  Allahuakbar......3x
Semoga kelak kita mendapatkan pengakuan dari Nabi Muhammad SAW sebagai ummatnya, dan mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin
Orasi Selanjutnya disampaikan Oleh Ust. Ridhan hingga barisan sampai di Mandala. Semangat peserta aksi membela Rasullullah tidak turun bahkan semakin semangat. 

RASUL DIHINA, KAMI BERHAK MARAH......

Ust. Aslan

Ust. Yaqub


KH. Mustari Ago


Ust. Musta'din

Adinda Allam Wardana

Ust. Barlianta

Ust. Irhaz Dg Naba

Ust. Syahrir

Ust. Denny Hakim
.......................................................................................................................................

PERNYATAAN SIKAP

Aliansi Umat Islam-Sulsel

Aksi Bela Nabi Cinta

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Sungguh menyedihkan, di bulan Maulid Nabi, manusia yang paling dimuliakan oleh seluruh penduduk langit  dan  semua penduduk bumi ,yang  dirindukan semua  kaum muslim, ternyata kembali dihinakan,

Pada 2/09/2020, Majalah Charlie Hebdo kembali menerbitkan karikatur Nabi Muhammad Saw. bukan kali pertama majalah sayap kanan ini menghina Nabi dan ajarannya, walaupun mendapatkan banyak kecaman dari berbagai negara, nyatanya pemerintah Prancis mendukung ulah Majalah tersebut., atas nama kebebasan dan hak asasi manusia.

Prancis negara sekuler yang katanya menjunjung tinggi kebebasan tapi nyatanya kebebasan itu hanya omomg kosong, ternyata kebebsan itu tidak berlaku bagi kaum muslimin yang ada di negara itu, buktinya mereka melarang cadar dan terus menghina nabi saw,

Fakta ini harusnya membuat semua umat islam sadar bahwa selama sistem demokrasi liberalisme dengan aqida sekuler, yang dijadikan sebagai sistem kehidupan maka  selama itu pula Islam dan Umatnya akan terus di lecehkan dan dihina,dengan  tameng kebebasan berekspresi maupun dalih toleransi. Sekaligus harus dipahami bahwa kebebasan berekspresi yang menjadi dalih atas penghinaan Nabi adalah wujud inkonsistennya demokrasi. Sudah saatnya umat mencampakkan system  sampah demokrasi kapitalisme yang menjadi landasan lahirnya kebebasan berperilaku

Selain itu dengan kejadian ini harus menjadikan kaum muslimin semakin  memperkuat //Ukhuwwah Islamiyah// atau persatuan dan persaudaraan sesama    muslim.  Penguatan ini penting untuk  menghadapi berbagai macam rongrongan dan tantangan yang semakin kompleks. Selanjutnys hal  ini sudah semesttinya menumbuhkan  kecintaan dan kerinduaan dalam  hati umat Islam akan  sosok pemimpin yang dapat melindungi Islam dan kaum muslimin seperti Khalifah Abdu;l Hamid II yang berani mengancam Prancis dan Inggris di Zamannya

Pernyataan Macron dan  Majalah Charlie Hebdo yang menyerang Islam dan komunitas muslim dengan mengatakannya sebagai separatisme, mengundang murka kaum muslim seluruh dunia termasuk di negeri ini .

 Dengan adanya tindakan tersebut, maka Aliansi Umat Islam sulsel menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, Bahwa dalam Islam, mengimani kenabian Muhamamad Saw harus diikuti dengan mencintai dan memuliakan sosoknya. Mencintai Baginda Nabi Saw bukanlah sebagaimana mencintai sesama insan. Kecintaan seorang muslim kepada beliau harus di atas kecintaan kepada yang lain, baik itu harta, kedudukan, jabatan, keluarga bahkan dirinya sendiri. Belum sempurna keimanan seseorang bila masih ada kecintaan yang melebihi kecintaan kepada Baginda Nabi Saw bersabda:

Belum sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia menjadikan aku lebih dicintai daripada orangtuanya, anaknya dan segenap manusia. (HR al-Bukhari)

Kedua, Bahwa mencintai Rasulullah Saw merupakan kewajiban dan kebaikan yang amat luhur, maka menista (istihza’) terhadap kemuliaan beliau adalah dosa besar. Allah SWT berfirman:

وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih. (TQS at-Taubah [9]: 61).

Ketiga, Bahwa para ulama telah menjelaskan mengenai bentuk-bentuk hujatan kepada Nabi Saw, yaitu mencela, mencari-cari kesalahan, menganggap pada diri Rasul Saw ada kekurangan; mencela nasab (keturunan) dan pelaksanaan agamanya; juga menjelek-jelekkan salah satu sifatnya yang mulia; menentang atau mensejajarkan Rasulullah Saw dengan orang lain dengan niat untuk mencela, menghina, mengkerdilkan, menjelek-jelekkan dan mencari-cari kesalahannya. Karena itu jika majalah charlie hebdo mengilustrasikan Nabi Saw dengan karikatur untuk maksud merendahkan beliau Saw, dapat dinilai dan/atau dikategorikan sebagai bentuk penistaan dan/atau merendahkan Rasulullah Saw;

Keempat, Bahwa penistaan dan/atau merendahkan marwah Nabi Saw terus berulang karena banyak Muslim dan tokoh-tokohnya memilih diam. Mereka berpikir bahwa diam dan bersabar ketika Nabi Saw dinista adalah sebuah kebaikan. Padahal bungkamnya mereka membuat penistaan ini kian menjadi-jadi. Mereka pun sebenarnya akan turut berdosa karena mendiamkan kemungkaran;

Kelima, Bahwa penistaan terhadap Nabi Saw juga terjadi karena prinsip kebebasan berekspresi yang diberikan oleh sekularisme-liberalisme yang memberikan panggung kepada orang-orang yang mendengki untuk terus menyerang Islam dan kaum muslimin.

Keenam, Bahwa kami Menuntut kepada pemerintah untuk tidak tinggal diam atas perbuatan majalah charlie hebdo dan pemerintah perancis yang dapat dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw

Ketujuh, Bahwa kami mengajak kepada seluruh umat Islam untuk terus berjuang menegakkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga kehormatan rasulullah saw, agama Islam dan kaum muslim dapat terjaga dari tindakan jahat orang-orang yang tidak senang dengan Islam.

Demikian pernyataan sikap ini, semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan kemenangan kepada umat Islam

tertanda.

Aliansi Umat Islam - Sulawesi Selatan

Setelah pembacaan pernyataan sikap Oleh SekJen Aliansi Umat Islam SulSel, acara dilanjutkan dengan pembacaan Doa Oleh Ust Fauzan Abu Rifqi

Ya....Allah.....Kabulkan Doa Kami....

Alhamdulillah acara berjalan lancar dan damai👍 Makasih Bapak dan Ibu Polisi serta bapak tentara yang mengamankan aksi ini sehingga berjalan sukses🙏 

Semoga Allah SWT membalas semua kontribusi kita hari ini dengan ganjaran Surganya, dan kelak kita mendapatkan Syafaat dari Baginda Nabi SAW karena kita telah menunjukkan kemarahan kita, atas penghinaan yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Aamiin

Hormatku
Muhammad Sabran🙏
☎️ http://wa.me/6285299197534

Silahkan lihat juga Dokumentasi Kegiatan Foto-Foto Training Motivasi bersama Coach Sabran disini 👉👉👉www.muhammad-sabran.com/2011/08/hubungi-saya.html
  
👇👇Like, Follow, Subscribe dan Join Akun SOSMED Saya👇👇
Like : Fans Page FB Muhammad Sabran 
Follow : IG @muhammad_sabran
Subscribe : Youtube Coach Sabran
Join : Telegram Coach Sabran
Share on Google Plus

About muhammad sabran

0 comments:

Posting Komentar