Alhamdulillah Anak Keempat & Putri Ketiga kami telah lahir

Menjelang dini hari atau tepatnya pukul 02.00 wita, saya dibangunkan oleh Istriku "Kak bangun, sakit-sakitmi kurasa perutku". Saya langsung bergegas menemani, sembari sambil menemani, saya mempersiapkan makanan (istriku ingin makan). Setelah sholat malam kami makan bersama pukul 03.00 Wita.๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ชSemangat menyambut kedatangan keluarga baru....

Saya sebenarnya ingin langsung mengantarkan ke Rumah Sakit, tapi kata istriku hitungkan saja dulu waktu jarak sakitnya. Sambil memagang HP untuk melihat stopwatch, saya mulai menghitung waktu rasa sakit istriku. Saat itu hasilnya : sakit datang setiap 6 menit, dan sakitnya hanya hitungan detik. Alhamdulillah masih bisa saya tahan kak ucapnya, setelah sholat subuh saja kita berangkat ke Rumah sakit....SIAP๐Ÿ™๐Ÿ™

Ternyata Istriku sudah merasakan rasa sakit sejak pukul 20.00 Wita, dan belum tertidur hingga subuh ini, engkau memang wanita yang tangguh lagi sabar๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Setelah suara Azan berkumandang, kami segera menunaikan sholat subuh, dan setelah sholat subuh, saya membangunkan semua anak-anak (bertiga) lalu minta izin pergi ke rumah sakit.Alhamdulillah semua mengizinkan kami pergi (salim dan peluk dulu abi....kebiasaan mereka kalau saya ingin meninggalkan rumah๐Ÿ˜Š)

Setelah itu saya langsung bergegas mengantarkan istriku ke RSIA Wihdatul Ummah Jln.Dr Leimena No.09, tempat kami selama ini memeriksa perkembangan kehamilan. Alhamdulillah kami tiba pukul 05.15 Wita dan langsung disambut oleh perawat yang bertugas jaga malam. Silahkan masuk, mohon ditunggu ya pak.... kata seorang perawat. Semua perlengkapan untuk persalian, yang telah kami siapkan sejak bulan lalu, juga kami bawa. (Walaupun istriku masih belum yakin, jangan sampai ini hanya kontraksi palsu katanya).

VC Buah hatiku dulu....๐Ÿ’“๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘
Sambil menunggu perawat, saya menelpon anak-anakku bertiga dirumah, Alhamdulillah kakak #HafidzahSabran dan Kakak #FildzahSabran baru selesai menunaikan sholat subuh. Abi sungguh bangga kepada kalian bertiga Nak.....
Jangan lupa kunci pintu nak, karena masih subuh. Jaga ade-adeta, jangan lupa mandikan ade khalid dan sarapan pagi. Pesan saya kepada anak pertamaku....yang #SangatAamanah๐Ÿ‘ (Jika mendapat amanah dari Ummi atau Abi)

Insya Allah. Abi Akan Video Call setiap 1 jam ya....๐Ÿ™

Sudah ya nak.....Assalamualaikum.....Dada....sambil melambaikan tangan....

Tidak berselang lama kami diminta oleh perawat untuk masuk kedalam kamar. Alhamdulillah sudah mulai ada pemeriksaan yang dilakukan setiap 30 menit.
Pukul 05.30 Wita, secara bergantian 2 perawat memeriksa istriku. Setelah itu saya diminta untuk mengisi dan tanda tangan surat pernyataan. Setelah selesai, saya keluar meninggalkan istriku untuk mencari buah-buahan dan minuman. Persiapankan tenaga yang banyak jika hari ini memang waktunya untuk melahirkan. Alhamdulillah untung ada Indomaret yang buka 24 jam, walau agak jauh dari Rumah Sakit.

Yang kuat sayang makan buah dan minumnya, apalagi kurang tidur. Alhamdulillah setelah beberapa kali di periksa kami diminta untuk istirahat dikamar perawatan, karena akan ada pasien lagi yang mau masuk diruangan ini.

Sekitar pukul 09.00 wita, kami berada diruangan perawatan๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡, istriku sudah sering bertanya kak kapan bidannya bantu saya bersalin. Karena perasaanku sudah maumi....๐Ÿ™๐Ÿ™ sabar sayang. Tadi diperiksa terakhir kali katanya baru pembukaan 2.
Hanya berbering sambil menghirup aroma minya terapi dan ruqyah

Setelah itu kami diminta untuk menuju kamar depan untuk kembali dilakukan pemeriksaan, setelah 2 kali pemeriksaan. Saya bertanya kepada perawat, kira-kira kapan Istri saya melahirkan? jawabnya paling lama pukul 18.00 Wita pak....Ya Allah....Lama juga ya (Dalam Hatiku). Saya tetap memberikan dukungan dan semangat kepada istriku.
Pukul 11.00 wita, kami diminta oleh perawat untuk pindah ke kamar bersalin. Katanya akan diperiksa oleh bidan yang akan membantu proses persalinan.

Saat kami masuk ternyata ada pasien yang baru selesai melahirkan. Dan sementara ditangani oleh bidan (Jahit luar dalam saya mendengar percakapannya...dan sesekali saya mendengar suara merintih kesakitan....dalam hatiku berdoa semoga istriku nanti tidak dijahit....)

Pukul 11.30 Wita. Bu bidan memeriksa Istriku, dan beliau mengatakan sudah pembukaan delapan. Alhamdulillah.....Segala Puji Hanya Milik Allah....Semoga Allah mudahkan proses persalin

Pas pukul 12.00 wita, untuk kedua kalinya bu bidan periksa, beliau mengatakan Alhamdulillah bu sudah pembukaan 9 semangatki.....Tapi kepalanya masih diatas..dengan sigap ku membantu Istriku untuk jongkok, semoga dengan usaha ini kepala sibayi bisa dekat ke panggul....luarbiasa sakit yang istriku tahan...sabarki sayang....tidak lama setelah itu pembukaan lengkap.

Istriku diminta mengedan, dan beberapa menit kemudian pecah ketuban. Perjuangan melahirkan sungguh luarbiasa. Semangatki sayang....saya sambil terus membisikkan bacaan Ayat Kursi. Dan mengulang-ulang doa Nabi Yunus... “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya).

Kata Bu Bidan : Karena Kontraksinya sangat sebentar jedahnya, maka ibu lewatkan dulu sakitnya ya....istriku berkata "Sakit sekali Bu".....Silahkan lewati bu karena walaupun ibu mengedan itu akan membuang tenaga ibu dan kepala bayi juga tidak ada kemajuan....

Maka istriku harus melawan rasa sakitnya....sambil mengucapkan uhfff....uhfff...kemudian mengedan saat sakit yang ke 3. Namun si bayi belum juga keluar perjuangan sudah lewat 1 jam. Ya Allah apa salahku (lirihku dalam hati).

Pukul 13.20 Wita, saya tanda tangan tindakan induksi dan tambahan biayanya. Sambil mata ini berkaca-kaca, seakan tidak sanggup lagi melihat perjuangan istriku.

Alhamdulillah setelah berdoa dan meminta doa dari keluarga dan sahabat-sahabat seperjuangan.

Tidak lama setelah itu terdengar suara tangisan bayi.....Alhamdulillah....Segala Puji Hanya Milik Allah.... 
Tak henti-hentinya lisan ini mengucap syukur. Atas lahirnya anak ke-4 kami, tepat pukul 13.42 Wita, lahir dengan normal dan berat badan 2,9 kg. Dan doaku terwujud tanpa jahitan sedikitpun.
Rasa lelah, Rasa ngantuk karena kurang tidur semua hilang tergantikan dengan rasa kebahagian, dengan hadirnya putri pungil.
Setelah dibersihkan taklupa ku membisikkan suara Azan dan Iqomah, setelah itu ditidurkan sambil tengkurap diatas ibunya (Agar hangat). Butuh waktu 1 Jam untuk menghagatkan badan buah hatiku. Setelah selesai buah hatiku kembali diambil oleh perawat untuk diperiksa.
Sebelum Sholat Asar kami diminta untuk pindah ke Ruang Perawatan, karena akan ada lagi pasien yang akan masuk ruang bersalin. Buah hati kami nanti akan diantarkan oleh perawat setelah sholat asar.

Alhamdulillah setelah berada di ruang perawatan, tak lupa kami menginformasikan kabar gembira ini kepada semua keluarga dan buah hatiku dirumah bahwa adiknya sudah lahir. Alhamdulillah mereka ber3 sangat gembira dan bahagia adiknya sudah keluar, bahkan menyuruh kami untuk segera pulang....pulang Abi....sekarang.....bawa ade.... Belum bisa pulang nak.

Hampir setiap satu jam saya VC bersama anak-anak, bahagia rasanya mereka tidak terlalu mencari kami karena teman-teman bermainnya banyak. Bahkan mereka bertiga sholat dimasjid.  Abi benar-benar bangga dengan kalian.

Setelah sholat Isya, saya meminta sahabatku Sultan untuk menjemput anakku agar bisa tidur satu malam dirumahnya. Insya Allah besok sore kami akan kembali ke rumah. Alhamdulillah saat saya telp, ternyata semua anak-anak sudah pada tidur semua.....

Tapi....beberapa menit kemudian....pak sultan menelpon bahwa anak ke-3ku nangis mencari saya.....wah terpaksa saya harus segera menjemputnya. Karena memang buah hatiku yang satu ini tidak bisa tidur kalau tidak memegang abinya he...he....

Walau sempat bersitegang dengan petugas jaga rumah sakit...akhirnya #khalidsabran berhasil tidur bersama abi..... #MelanggarAturan

Dapat kunjungan mendadak dari kakak Khalid๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ malam-malam datang

Sebagai konsekwensinya khalid harus saya keluarkan dari Rumah Sakit sebelum banyak orang yang datang. Pukul 05.30 Wita, khalid saya antar pulang bersama kakanya.

Setelah mengatar khalid, mempersiapkan sarapan anak-anak. Saya bergegas balik lagi ke Rumah Sakit, sesampainya di rumah sakit perawat meminta saya untuk mengantarkan anakku ke tempat mandi (Ruang AGD).

Alhamdulillah sudah segar.....
Sudah mandi pagi (Selasa/17 Nov 2020)

Setelah sholat zuhur saya meminta izin kepada bagian administrasi, bahwa sebentar sore kami akan pulang. Walaupun sebenarnya jadwal kepulanagan kami besok sore (Sesuai Paket Perawatan). Tapi karena anak-anak tidak ada yang jaga, maka kami harus segera kembali.

Alhamdulillah setelah menyelesaikan pembayaran. Kami diizinkan untuk meninggalkan Rumah Sakit Ibu Dan Anak Wihdatul Ummah. 

Wanita kuat lagi sabar pendamping hudupku. I LOVE YOU FULLL

Terimakasih saya ucapkan kepada semua keluargaku, terkhusus kakak dan adikku atas dukungan dan doanya.
Terimakasih juga saya ucapkan kepada semua guru-guru serta sahabat seperjuanganku, doa kalian sangat membantu perjuangan istriku.
Terimakasih juga saya ucapkan kepada semua rekan kerjaku , yang turut mendoakan. Doa Mujahid & Mujahidah Wakaf. Alhamdulillah berkat Doa Kalian semua proses persalinannya berjalan lancar.
Spesial Terimakasih buat Bu Bidan yang membantu proses persalinan dan sahabat serta tetanggaku Pak Sultan yang sudah mau membantu mejagakan ketiga buah hatiku...๐Ÿ™๐Ÿ™

Doaku buat Nafsiyah Syafiqah Semoga engkau menjadi anak sholehah, yang membahagiakan di dunia serta menyelamatkan di Akhirat. AAMIIN Yra
Semua sangat bahagia diamanahkan adik mungil

Hormatku
Muhammad Sabran๐Ÿ™
☎️ http://wa.me/6285299197534

Silahkan lihat juga Dokumentasi Kegiatan Foto-Foto Training Motivasi bersama Coach Sabran disini ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰www.muhammad-sabran.com/2011/08/hubungi-saya.html
  
๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡Like, Follow, Subscribe dan Join Akun SOSMED Saya๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
Like : Fans Page FB Muhammad Sabran 
Follow : IG @muhammad_sabran
Subscribe : Youtube Coach Sabran
Join : Telegram Coach Sabran
Share on Google Plus

About muhammad sabran

0 comments:

Posting Komentar