BISA JADI KAMU ORANG TERKAYA DI DUNIA TAPI TAK MENYADARINYA

Si A = Gajinya besar, Rumahnya mewah, Mobilnya bagus, Istrinya cantik,
Si B = Gajinya kecil, rumahnya sederhana, tidak punya mobil, istrinya biasa saja.
Tapi...
Si A = Punya sakit kanker, Dinas diluar kota jarang pulang ke rumah, Tidak punya anak, Istrinya kasar dan keras.
Si B = Badannya sehat, Punya banyak waktu kumpul kelurga di rumah, anak-anaknya lucu dan pintar, Istrinya shalihah.



Sebuah hikmah; Sesungguhnya kekayaan tidak selalu terletak pada materi, tapi terletak pada hati.
Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)
Oleh karenanya, Jangan mudah iri apalagi membandingkan kehidupan mu dengan kehidupan orang lain, sebab apa yg nampak kamu kagumi belum tentu membawa kebahagiaan hati bagi pemiliknya.

Sebagian orang tidak bahagia meski memiliki rumah mewah, karena ia kesepian, keluarga yang kurang perhatian, pasangan yang kasar dan keras, pertengkaran dalam keluarga yang selalu ada, sehingga ia jarang pulang ke rumah karena merasa tak betah.

Disisi lain justru ada orang yang bahagia meski rumahnya sederhana, tapi ia merasa nyaman, keluarganya yang harmonis, pasangan yang penyayang dan perhatian, sehingga ia selalu ingin merasa segera pulang ke rumah.

Maka syukurilah atas apa yang telah Allah tetapkan untuk mu; Sebab bisa jadi kamu adalah orang terkaya namun kamu tidak mengetahui.

*Habibie Quote*

Silahkan tinggalkan jejak dengan memberikan Komentar.......

Hormatku
Coach Sabran🙏

Dokumentasi Kegiatan Foto-Foto Training Motivasi bersama Coach Sabran disini 👉👉👉www.muhammad-sabran.com/2011/08/hubungi-saya.html
  
👇👇Yuk saling kenal, dan silaturahmi walau melalui sosial media 👇👇
Youtube Coach Sabran
Telegram Coach Sabran
Share on Google Plus

About muhammad sabran

0 comments:

Posting Komentar