Untuk Jihad, Sahabat Nabi Kaya Raya ini Infak Miliaran


© Developer Property Syariah (DPS)

Konflik Palestina dan Israel tak kunjung usai. Sepertinya, tak ada solusi tuntas untuk masalah ini selain munculnya kekuatan super power kaum muslimin (baca : Khilafah) yang akan mengusir kaum Zionis Israel _laknatullah ‘alaihi_ dari Baitul Maqdis. 

Dalam jangka pendek, kaum muslimin Palestina wajib melawan dengan mengangkat senjata. Bantuan militer dan segala persenjataannya sangat dibutuhkan dari negeri-negeri muslim lainnya, selain bantuan berupa makanan, obat-obatan dan juga doa.

Sebagai gambaran, untuk meluncurkan 1 roket ke wilayah Israel saja dibutuhkan dana sekitar dari 300-800 dollar (Rp 4,3 juta sampai Rp 11,5 juta). Sementara itu, dikabarkan Hamas telah menembakkan tak kurang dari 3000 roket. Artinya sudah lebih dari Rp. 12 Miliar anggaran yang dikeluarkan untuk itu. Dengan kata lain, dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk jihad yang dilakukan mereka dalam rangka mempertahankan _Ardhul Muqadasah_ (tanah yang disucikan) milik kaum muslimin itu. 

Mari kita _flashback_ ke jaman Rasulullah ﷺ. Menjelang perang Tabuk pada tahun 9 H, Nabi Muhammad ﷺ mengumpulkan para sahabatnya. Kala itu, beliau mengajak para sahabat untuk berinfak dengan harta terbaiknya.

Dalam hadist Riwayat Bukhari-Muslim, Umar bin Khattab menyerahkan setengah dari harta yang dimilikinya. Rasulullah ﷺ pun bertanya, “Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?”

Umar pun menjawab, “Sejumlah yang aku sedekahkan ini.” Artinya setengah untuk sedekah dan setengahnya disisakan untuk keluarganya.

Setelah itu datanglah Abu Bakar Ash Shiddiq yang menyerahkan semua hartanya. Rasul ﷺ pun bertanya, “Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?”

Tanpa ragu Abu Bakar menjawab, “Allah dan Rasul-Nya.”

Dalam satu keterangan, jumlah harta yang diinfakkan Abu Bakar sejumlah 4000 dirham. Jika 1 dirham disetarakan dengan Rp. 95.000,- maka total infak Abu Bakar saat itu sebesar Rp. 380 Juta.

Abdurrahman bin Auf pada kesempatan itu pun menginfakkan 200 uqiyah emas. 1 uqiyah emas setara dengan 17 gram emas. Jika 1 gram emas saat ini senilai dengan Rp. 900.000, maka total infak beliau sebesar Rp. 3 Miliar.

Tak mau ketinggalan, Usman bin Affan pun menginfakkan harta terbaiknya. Ia berinfak sejumlah 1.000 dinar, di mana saat ini 1 dinar senilai Rp. 3,8 Juta, maka infaknya setara dengan Rp. 3,8 Miliar. 

Rasul ﷺ pun memujinya dan bertanya pada para sahabat, “Siapa lagi yang mau berinfak?” 

Usman pun menambahkan infaknya dengan membawa 1000 ekor kuda dan unta, lengkap dengan perlengkapan perang dan perbekalannya. 

Rasul ﷺ memujinya lagi, “Bagus ya Usman,” lalu melanjutkan bertanya, “Siapa lagi yang mau berinfak?”

Maka Usman pulang ke rumahnya dan kembali dengan menambahkan lagi infaknya sejumlah 10.000 dinar (senilai Rp. 38 Miliar). Tak berhenti di situ, Usman juga memberikan 700 uqiyah emas untuk diinfakkan (senilai Rp. 10,7 Miliar).

Kemudian Rasul ﷺ berdoa, “Semoga Allah mengampunimu ya Usman, segala yang kau sembunyikan atau pun yang tampak. Dan apa pun yang terjadi di hari kiamat tidak akan membahayakanmu.”

Kisah di atas menunjukkan pada kita, bahwa _jihad fii sabilillah_ membutuhkan biaya yang cukup besar. Di jaman Nabi ﷺ, ada para sahabatnya yang Allah lapangkan rezekinya untuk _mem-back up_ perjuangan Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin. Mereka yang Allah titipkan harta yang berlimpah, namun tak sedikit pun ada keraguan dalam diri mereka untuk menginfakkannya di jalan Allah.

Demikian juga pada masa sekarang. Kita butuh para pengusaha muslim dan orang-orang kaya beriman yang siap menginfakkan hartanya dalam jumlah besar untuk mendukung dakwah dan jihad.

Sebagaimana dicontohkan oleh para sahabat Nabi ﷺ, harta di tangan para pengusaha muslim dan orang-orang kaya beriman insya Allah tak akan membuat mereka menjadi _hubbud-dunya_ melainkan akan digunakan sebagai _wasilah_ bekal mereka di kehidupan Akhirat kelak.

Kita mesti berbaik sangka dan mendukung penuh ikhtiar yang dilakukan oleh saudara muslim kita, baik secara individu maupun dalam bentuk komunitas, yang bersungguh-sungguh untuk menjadi pengusaha-pengusaha muslim yang sukses. Bukan sebaliknya, nyiyir bin julid pada mereka. Sambil kita pun terus berusaha melibatkan diri dengan upaya terbaik dalam barisan perjuangan kaum muslimin, baik dengan harta, tenaga dan segala yang kita miliki saat ini. 

_Wallahu a`lam bish-shawab_

Hormatku
Muhammad Sabran🙏

Silahkan lihat juga Dokumentasi Kegiatan Foto-Foto Training Motivasi bersama Coach Sabran disini 👉👉👉www.muhammad-sabran.com/2011/08/hubungi-saya.html
  
Jangan Lupa tinggalkan jejak dengan memberikan Komentar 
👇👇Dan Like, Follow, Subscribe dan Join Akun SOSMED Saya👇👇
Like : Fans Page FB Muhammad Sabran 
Follow : IG @muhammad_sabran
Subscribe : Youtube Coach Sabran
Join : Telegram Coach Sabran
Share on Google Plus

About muhammad sabran

0 comments:

Posting Komentar